<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8712925382323756902</id><updated>2011-10-11T13:04:56.321-07:00</updated><category term='12'/><category term='wew'/><title type='text'>AIKOL JOMOL EMOKORYA-JORKAL -JORE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PAPENAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11311001336427363057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TVVVs6pWYxI/AAAAAAAAAFE/I5q2_-L6Zo4/s220/100_0544.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8712925382323756902.post-9191076407847481151</id><published>2011-02-05T15:51:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T15:51:00.664-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wew'/><title type='text'>Ø  INDONESIA-L  SiaR---PEMBUNUHAN RAKYAT SIPIL DI ILAGA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TU3iRyEV2eI/AAAAAAAAAE8/nshLHrel4mM/s1600/ROBBYE.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="300" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TU3iRyEV2eI/AAAAAAAAAE8/nshLHrel4mM/s400/ROBBYE.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA-L] SiaR---PEMBUNUHAN RAKYAT SIPIL DI ILAGA &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;PEMBUNUHAN RAKYAT SIPIL DI ILAGA &lt;br /&gt;        JAYAPURA (MamberaMO, 26/3/98), Ekses dari "sukses" operasi militer ABRI &lt;br /&gt;dalam membebaskan para sandera di Mapnduma 97 lalu yang didengung-dengungkan &lt;br /&gt;pemerinrah RI kini mulai tampak. Sebagai balas dendam operasi yang sebetulnya &lt;br /&gt;gagal itu, ABRI kini melakukan balas dendam dengan membunuhi para penduduk yang &lt;br /&gt;diperkirakan jadi basis Organisasi Papua Merdeka. &lt;br /&gt;        Tindakan kejam, yang antara lain berupa pembunuhan massal dan bumi &lt;br /&gt;hangus ini, menakutkan para penduduk desa. Banyak di antara mereka pergi masuk &lt;br /&gt;hutan, bersembunyi di goa atau mengungsi ke tempat-tempat terpencil. Operasi &lt;br /&gt;militer ini yang disebut sejumlah sumber MamberaMO sebagai penyebab terjadinya &lt;br /&gt;kelaparan beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;        Berikut ini adalah sebuah laporan hasil investigasi yang dibuat oleh &lt;br /&gt;sebuah tim independen. Tim mencoba masuk ke pedalaman dan melakukan pengamatan &lt;br /&gt;di dua desa, Bella dan Alama yang dihuni oleh suku Amungme, anak suku Kelly &lt;br /&gt;Kwalik. Silakan menyimpulkan sendiri bagaimana sepakterjang tentara yang &lt;br /&gt;harusnya melindungi penduduk sipil di Irian Jaya. &lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;        Desa Bella dan Alama, kecamatan Ilaga di Kabupaten Paniai, Irian Jaya &lt;br /&gt;adalah dua lembah yang terdiri dari sejumlah kampung-kampung kecil. Kedua &lt;br /&gt;lembah yang terletah di bagian Selatan Pegunungan Tengah Irian Jaya tersebut &lt;br /&gt;secara adat termasuk dalam wilayah adat orang Amungme (Amung sa). &lt;br /&gt;        Sebuah laporan tertanggal 21 Juni 1997 lalu yang memuat berbagai &lt;br /&gt;kejadian yang dilakukan pasukan militer Indonesia yang sedang melakukan &lt;br /&gt;operasi militer pasca pembebasan para sandera"Mapnduma" 1996 untuk menagkap &lt;br /&gt;gerilyawan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik dan Daniel Yudas Kogoya &lt;br /&gt;cs, yang menyebabkan meninggalnya sejumlah warga sipil dan keresahan masya- &lt;br /&gt;rakat di Desa Bela dan Alama, sekitar 150 Km Timur kota Tembagapura, Irian &lt;br /&gt;Jaya, disampaikan kepada Yayasan Musayawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) dan &lt;br /&gt;gereja-gereja di Timika (Paroki Gereja Katolik Tiga Raja Timika) Gereja Kemah &lt;br /&gt;Injil Indonesia [GKII] daerah Mimika) &lt;br /&gt;        Laporam saksi mata yang disampaikan LEMASA (umat Tuhan) dan para &lt;br /&gt;petugas gereja di lembah Bella dan Alama itu menyebutkan bahww sejak operasi &lt;br /&gt;pembebasan para sandera asal Inggris, Belanda, Jerman dan Indonesia yang &lt;br /&gt;dilancarkan pasukan ABRI tanggal 9-15 Mei 1996 lalu sampai sekarang lebih dari &lt;br /&gt;1000 warga jemaat sipil pada 23 jemaat GKII (Protestan) dua lembah Timur suku &lt;br /&gt;Amungme yang berbatasan dengan wilayah suku nDuga itu telah melarikan diri ke &lt;br /&gt;hutan-hutan, gunung-gunung dan daerah lain di kawasan Pegunungan Tengah bagian &lt;br /&gt;Selatan Irian Jaya. &lt;br /&gt;        Sebagian melarikan diri ke Desa Eralmakawia di lembah Noema, sekitar &lt;br /&gt;130 Km timur kota Tembagapura, ke daerah-daerah orang nDuga di bagian Timur dan &lt;br /&gt;sebagian lainnya menyelamatkan diri ke Kecamatan Ilaga di kabupaten Paniai &lt;br /&gt;serta Timika dan di Tembagapura kabupaten Mimika. &lt;br /&gt;        Laporan itu menyebutkan pula telah terjadi pengungsian ribuan warga &lt;br /&gt;sipil untuk menyelamatkan diri karena banyak jiwa manusia yang telah mati &lt;br /&gt;ditembak oleh aprat keamanan. Rumah-rumah dan Gereja-gereja dibakar atau &lt;br /&gt;dibongkar, tanaman-tanaman dan kebun-kebun dibabat dan dimusnakan oleh pasukan &lt;br /&gt;ABRI dari Kopassus, Batalyon Infantri 751 Jayapura, 753 Paniai dan 752 Sorong &lt;br /&gt;serta 733 Pattimura. Masyarakat merasa tidak aman dan tidak bebas. Tidak &lt;br /&gt;seperti biasanya mereka kesulitan mencari nafkah, ke kebun, berburu, apalagi &lt;br /&gt;mengunjungi keluarga mereka di kampung-kampung yang lain karena diawasi dan &lt;br /&gt;dicurigai bekerjasama dengan gerilyawan OPM oleh pihak pasukan ABRI yang &lt;br /&gt;melakukan operasi militer pasca penyanderaan untuk menumpas OPM pimpinan &lt;br /&gt;Kelly Kwalik dan Daniel Yudas Kogoya itu. &lt;br /&gt;        Keterangan sejumlah saksi mata mengatakan bahwa dalam persembunyian &lt;br /&gt;atau pelariannya masyarakat yang ditemukan pasukan abri ditembak mati. Sebagian &lt;br /&gt;lainnya mati dalam perjalanan berusaha menyelamatkan diri karena luka-luka &lt;br /&gt;tembak dan juga karena kelaparan. Daftar di bawah ini menunjukan belasan &lt;br /&gt;korban yang dilaporkan telah dibunuh ABRI atau"hilang sejak operasi militer &lt;br /&gt;dilancarkan di wilayah-wilayah itu: &lt;br /&gt;Lembah Bella: &lt;br /&gt;Nama sex Umur Suku Agama &lt;br /&gt;1.Marten Kemong L 16 Amungme Protestan &lt;br /&gt;2.Zakari Katagame L 33 " " &lt;br /&gt;3.Zakarias Katagame L 8 " " &lt;br /&gt;4.Ter Balinol L 38 " " &lt;br /&gt;5.Marius Deikmon L 16 " " &lt;br /&gt;6.Ikadius Deikmon L 20 " " &lt;br /&gt;Lembah Alama: &lt;br /&gt;1.Henok Mulugol L 58 " " &lt;br /&gt;2.Ninuor Kwalik L 50 " " &lt;br /&gt;3.Daugunme Kwalik L 12 " " &lt;br /&gt;4.Namatme Kanangopme L 50 " " &lt;br /&gt;5.Natmaramol Wandik L 50 " " * &lt;br /&gt;*Natmaramol Wandik: Ditembak bersama istri dan 3 anaknya, termasuk suami dari &lt;br /&gt;anak perempuannya dan seorang bayi. Kesepuluh (10) orang itu dibantai &lt;br /&gt;bersama-sama dengan 10 orang Nduga lainnya lalu ke 20 jenasah orang itu &lt;br /&gt;dikuburkan secara massal dalam suatu lubang yang dibuat di tengah desa Alama &lt;br /&gt;(lih.Pembunuhan Massal 20 warga sipil di Alama) &lt;br /&gt;        Untuk memperoleh kebenaran tentang laporan-laporan tersebut dua staf &lt;br /&gt;LEMASA dan petugas gereja (Katolik dan GKII) melakukan penyelidikan lapangan di &lt;br /&gt;Bela mulai tanggan 23 Agustus - 9 September 1997. Meskipun laporan-laporan ini &lt;br /&gt;sudah lama diterima pihak LEMASA dan gereja-gereja di Timika, namun karena &lt;br /&gt;sulitnya transportasi udara dan ketatnya sistem keamanan di wilayah itu &lt;br /&gt;sehingga setelah menunggu hampir 7 bulan (Februari-Agustus 1997) baru lah &lt;br /&gt;tanggal 23 Agustus Tim bisa berangkat dari Timika ke Ilaga. Dari Ilaga tim &lt;br /&gt;berjalan kaki selama hampir 2 minggu untuk dapat mewawancarai para saksi serta &lt;br /&gt;mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan berbagai kejadian di lapangan. &lt;br /&gt;Berikut adalah hasil penyelidikannya/Investigasi. &lt;br /&gt;[NB: Karena alasan keamanan, nama-nama saksi dan tim penyelidik tidak akan di- &lt;br /&gt;tulis dalam laporan ini.] &lt;br /&gt;     Pembunuhan 20 orang penduduk dan pembakaran 8 gereja. &lt;br /&gt;JALANNYA INVESTIGASI &lt;br /&gt;        Sabtu ( 23/8 1997) jam 9.30 wit dengan pesawat milik Association &lt;br /&gt;Mission Aviation (AMA) berangkat menuju Ilaga dari Timika, 40 menit kemudian &lt;br /&gt;tiba di lapangan rumput Gome, Ilaga.Situasi sepi, tidak seperti biasanya bila &lt;br /&gt;ada pesawat yang mendarat. Bertemu Ketua Dewan Paroki Ilaga, Petrus Bobii &lt;br /&gt;sekaligus menyampaikan surat pengantar dari Pastor Paroki Tiga Raja Timika. &lt;br /&gt;        Minggu (24/8 1997) Berangkat dari Ilaga ke kampung Tuenggi untuk &lt;br /&gt;menemui beberapa keluarga masyakat Bella yang sementara mengungsi ke Ilaga &lt;br /&gt;karena dikejar-kejar ABRI.Pada saat itu Ilaga sedang dilanda kekeringan akibat &lt;br /&gt;turunnya hujan es (frost) yang merusakan tanaman sayuran. Hal ini membuat &lt;br /&gt;sebagian masyarakat memutuskan untuk kembali ke Bella dan Alama, daripada &lt;br /&gt;harus mati kelaparan di tempat "orang lain", tetapi ada sejumlah warga yang &lt;br /&gt;memilih tetap tinggal. Mereka yang kembali tidak dapat tingggal di kampung- &lt;br /&gt;kampung mereka karena wilayah itu telah dikuasai militer dan mereka memilih &lt;br /&gt;tinggal dalam goa-goa di gunung-gunung dekat kampung mereka agar bisa dekat &lt;br /&gt;dengan kebun-kebun mereka. &lt;br /&gt;        Setelah ibadah Minggu (24/8) kami kumpulkan masyarakat asal Bella &lt;br /&gt;dan Alama di tempat yang aman. Stelah berkumpul semua saksi mata diambil &lt;br /&gt;gambarnya dan selanjutnya wawancara. &lt;br /&gt;        Senin (25/8 1997) tim berjalan kaki menuju Gome dan menuju Kago, &lt;br /&gt;pusat kecamatan membawa surat tugas dari Pastor Paroki Tiga Raja-Timika dan &lt;br /&gt;bertemu lansung dengan kapolsek Ilaga. &lt;br /&gt;        Setelah memperoleh keterangan dari saksi mata, hari berikutnya &lt;br /&gt;(26/8 1997) tim berangkat menunju Bella untuk melakukan penyelidikan lansung di &lt;br /&gt;lapangan. Rute pertama adalah kampung Maiki. &lt;br /&gt;        27/8 1997. Dari maiki ke Dalmulnep-nora, Bella melewati belantara. &lt;br /&gt;Kekeringan tampak di mana-mana. &lt;br /&gt;        28/8 1997. Dari Dalmunep-nora tim menuju Onangmau-ni, jampua. 29/8 &lt;br /&gt;1997. Dari Onangmai-ni menuju Belaki melawati kampung pertama dimana tim &lt;br /&gt;melihat bekas bangunan GEREJA dan rumah warga masyarakat yang dibakar rata &lt;br /&gt;dengan tanah oleh pasukan ABRI. Tidak jauh dari gereja yang hangus terdapat &lt;br /&gt;kuburan (TKP) dari Ikadius Deikmom yang ditembak oleh abri (lih. Foto 03 dan &lt;br /&gt;05, appendix 01) 30/8 1997. Tim berangkat menuju Kali Kul Balogong dan goa &lt;br /&gt;Kalem-ara dan menginap. Dalam perjalan kami melewati perkampungan masyarakat &lt;br /&gt;dan gereja yang telah dibakar ABRI. Kampung yang dilalui antara lain: Kayamol, &lt;br /&gt;Bombugin, Nemangora dan Dail Augin yang telah dijadikan basis militer. Tampak &lt;br /&gt;semua rumah dan gereja-gereja di kampung-kampung yang kami lalui itu tinggal &lt;br /&gt;puing-puing karena telah dibumi-hanguskan oleh ABRI yang melakukan operasi &lt;br /&gt;militer. Dari Dail Augin tim menuju ke kampung Put Tagam-ok melalui kali Kul &lt;br /&gt;Balogong dimana tim dapati TKP di mana warga sipil bernama Uriwilek Deikmom &lt;br /&gt;ditembak mati oleh ABRI. &lt;br /&gt;        01/9 1997. Dua anggota tim menuju desa Agap-Agap untuk menyelidiki &lt;br /&gt;kuburan seorang warga sipil setempat bernama "Marinus Deikmom" yang ditembak &lt;br /&gt;mati ABRI. Sebelum menvcapai Agap-Agap tim melewati kampung Bemogin. &lt;br /&gt;Pemandangan yang sama seperti empat kampung di atas. Tak ada manusia, rumah- &lt;br /&gt;rumah penduduk dan gereja dikampung itu tinggal puing-puing. Semua telah &lt;br /&gt;dibakar oleh pasukan ABRI. Sampai di Agap-Agap juga demikian rumah-rumah &lt;br /&gt;penduduk dan gereja telah musnah dibakar. Di Agap-Agap tim meminta kepada pihak &lt;br /&gt;keluarga korban (Marinus Deikmom) untuk menggali kuburan korban dan mengambil &lt;br /&gt;gambar. Setelah itu tim kembali ke Goa Kalem-ara di mana tim bermalam. &lt;br /&gt;        Sore itu (01/9 1997) Tim berjumpa dengan keluarga Orokus Mom asal &lt;br /&gt;Alama yang datang dari kampung Erelmakawia di Jila di mana seluruh warga &lt;br /&gt;masyarakat ditampung oleh militer. Ia dan beberapa saudaranya yang lain telah &lt;br /&gt;memilih suatu tempat untuk membangun pondok-pondok. Menurutnya mereka lari &lt;br /&gt;tinggalkan Erelmakawia karena merasa sangat terktekan atas pengawasan militer &lt;br /&gt;yang berlebihan. Tak ada kebebasan untuk mencari makan. Keluar agak jauh dari &lt;br /&gt;pos-pos militer kami diharuskan membawa surat jalan. &lt;br /&gt;        Sementara itu masyarakat di kampung di mana kami tinggal melarang &lt;br /&gt;orang dari luar kampungnya tidak boleh membuat kebun tanpa seijin mereka, &lt;br /&gt;bahkan dilarang sama sekali. "Dalam keadaan begini bisa bayangkan betapa &lt;br /&gt;menderitanya kami, kami kelaparan," kata Bapak Mom sedih. &lt;br /&gt;        02/9 1997 Tim kembali ke Ilaga dengan berjalan kaki. &lt;br /&gt;        09/9 1997 Tim dari Ilaga terbang ke Nabire dan selanjutnya tanggal &lt;br /&gt;11/9 1997 tim berangkat ke Jayapura untuk menyelesaikan laporan ini. &lt;br /&gt;PEMBUNUHAN 20 WARGA SIPIL &lt;br /&gt;        Sejak desember 1996 lalu Natmaramol Wandik, istri dan tiga anaknya &lt;br /&gt;serta anak perempuannya serta suami dan bayi mreka lari meninggalkan Alama &lt;br /&gt;pindah ke Nolagai, sebuah kampung perbatasan antara desa Alama (daerah orang &lt;br /&gt;Amungme) dan desa Nggeselama /Geselama (daerah orang Nduga). Keluarga Wandik &lt;br /&gt;meninggalkan kampung karena takut terhadap pasukan ABRI yang masuk menguasai &lt;br /&gt;mereka. Akan tetapi operasi pasukan ABRI ke Nolegai akhirnya berhasil &lt;br /&gt;mengumpulkan dan mengembalikan Natmaramol sekeluarga yang terdiri dari 10 orang &lt;br /&gt;Amungme dan 10 orang Nduga lainnya di Nilogai ke desa Alama. Pihak ABRI dengan &lt;br /&gt;pesawat helikopter milik TNI AD yang berbasis di Timika mengangkut 20 orang &lt;br /&gt;warga sipil ini dan membawa mereka ke Alama. &lt;br /&gt;        Di Desa Alama 20 warga sipil ini ditampung pada honai-honai (rumah khas &lt;br /&gt;orang pedalaman) dan diawasi oleh pasukan. Menurut saksi, suatu hari Natmaramol &lt;br /&gt;disuruh seorang anggota pasukan dari Batalyon Infanteri 753 untuk membelah kayu &lt;br /&gt;bakar, tetapi korban menolak dengan alasan sakit, sambil merokok menunjukan &lt;br /&gt;sikap "tak peduli". Merasa perintahnya tidak digubris atau dilecehkan prajurit &lt;br /&gt;itupun berang dan memukuli korban bahkan mengancam akan menembak mati &lt;br /&gt;Natmaramol. Mendapat perlakuan kasr seperti itu Natmaramol tidak terima dan &lt;br /&gt;sebagai tindakan protes ia mengajak keluarganya kabur kembali ke gunung dan &lt;br /&gt;bersembunyi di Goa Kitara yang berjarak sekitar 7 km dari Alama. &lt;br /&gt;        Sementara itu pasukan ABRI terus beroperasi "menyisir" hutan-hutan &lt;br /&gt;sekitar mencari OPM dan berupaya mengumpulkan lebih kurang 1000 orang warga &lt;br /&gt;sipil (umat) dari 23 jemaat GKII . &lt;br /&gt;        Saksi mengatakan ketika melalui sebuah jalan setapak yang menuju goa &lt;br /&gt;Kitara di mana Natmaramol sekeluarga bersembunyi, pasukan melihat jejak kaki &lt;br /&gt;menuju mulut goa dan berhasil membawa Natmaramol sekeluarga kembali ke Alama. &lt;br /&gt;        Operasi menumpas OPM dan menurunkan para warga sipil ke kampung-kampung &lt;br /&gt;terus dilancarkan. Dalam operasi itu pasukan menembak mati Uriwelek Deikme (23 &lt;br /&gt;th). Menurut saksi di bulan Januari 1997 korban bersama ayah, ibu dan adik-a- &lt;br /&gt;diknya dalam pengungsian berlindung di sebuah goa dekal Bella. Saat itu korban &lt;br /&gt;sedang mengawasi mata jalan didepan mulut goa dimana ayah, ibu dan saudara- &lt;br /&gt;saudaranya bersembunyi. Namun dalm opersi itu pasukan lebih dahulu melihat &lt;br /&gt;korban, maka tanpa tembakan peringatan Uriwelek lansung diberondong hingga &lt;br /&gt;tewas. Tetapi pasukan ABRI tidak menyadari mereka sedang dibuntuti oleh OPM. &lt;br /&gt;Melihat saudara mereka (Uriwelek Deikme) ditembak mati, OPM yang sudah &lt;br /&gt;mengepung pasukan ABRI lansung melakukan balasan. Sejumlah anggota pasukan &lt;br /&gt;tewas. &lt;br /&gt;        Kejadian ini oleh pihak pasukan ABRI ditanggapi sebagai adanya &lt;br /&gt;kerjasama antara masyarakat dengan OPM. Maka pasukan ABRI di Bella segera &lt;br /&gt;melaporkan kepada pasukan lainya di Alama agar mengabil tindakan tegas atas 20 &lt;br /&gt;warga sipil (Natmaramol Wandik) yang lagi ditahan. &lt;br /&gt;        Saksi yang bersembunyi tak jauh dari TKP mengatakan pasukan ABRI &lt;br /&gt;karena sangat marah atas tewasnya teman-teman mereka yang ditembaki OPM dan &lt;br /&gt;mencurigai para warga sipil bekerjasama dengan OPM, maka warga sipil yang tak &lt;br /&gt;berdosa itu dipaksa keluar dari honai-honai dimana mereka ditahan dan digiring &lt;br /&gt;ke tepi lobang-lobang bekas mengkukus makanan (bakar batu) di tengah kampung. &lt;br /&gt;Selanjutnya 20 warga sipil tak berdosa itu dipaksa menggali dan memperbesar &lt;br /&gt;lobang-lobang bekas mengkukus makanan tersebut lalu mereka dieksekusi dengan &lt;br /&gt;berondongan peluru tanpa rasa perikemanusiaan. Kemudian jenasah para korban &lt;br /&gt;diangkat dan dimasukan ke dalam lobang-lobang yang sudah disiapkan itu. &lt;br /&gt;        Para saksi mengatakan ketika menengok "lobang pembantaian massal" &lt;br /&gt;tersebut dan menggalinya mendapati jenasah para korban sudah membusuk. &lt;br /&gt;Jenasah-jenasah itu dibaringkan selang seling di dalam lobang-lobang tersebut, &lt;br /&gt;mungkin dengan masksud agar lobang-lobang tersebut cukup memuat ke 20 jenasah. &lt;br /&gt;Menurut saksi pembantaian di desa Alama tersebut terjadi pada bulan Januari &lt;br /&gt;1997. &lt;br /&gt;GEREJA DAN RUMAH-RUMAH PENDUDUK DIBAKAR MUSNAH &lt;br /&gt;        Puing-puing gereja dan rumah penduduk adalah bukti kekejaman dan &lt;br /&gt;tindakan sewenang-wenang pasukan ABRI yang melakukan operasi militer di wilayah &lt;br /&gt;Bella dan Alama. Sepanjang perkampungan yang kami (tim) lalui mulai dari &lt;br /&gt;kampung Koyamol, Bomaugin, Nemangora, Dail Augin, Puttogam-ok, Bemok-in sampai &lt;br /&gt;kampung Agap-Agap yang nampak adalah pemandangan puing-puing gereja dan &lt;br /&gt;rumah-rumah penduduk. Pada beberapa kampung seperti Bomaugin, Dail Augin, &lt;br /&gt;Bewok-in dan Agap-Agap gereja-gereja dan perumahan penduduk malah telah &lt;br /&gt;dibongkar dan dijadikan pos-pos militer dan kayu bakar untuk memasak dan &lt;br /&gt;memanaskan badan di kawasan pegunungan yang cukup dingin itu. &lt;br /&gt;        Sejumlah saksi yang tim wawancarai mengatakan pasukan ABRI begitu &lt;br /&gt;masuk dan menguasai perkampungan-perkampungan, mereka melakukan tembakan- &lt;br /&gt;tembakan secara berentetan membabi buta menyebabkan warga ketakutan dan &lt;br /&gt;melarikan diri untuk bersembunyi di goa-goa atau hutan-hutan dekat perkampungan &lt;br /&gt;mereka. Dari sana mereka menyaksikan satu persatu rumah-rumah dan gereja-gereja &lt;br /&gt;mereka disuluti api dan terbakar, membuat situasi kampung tiba-tiba &lt;br /&gt;berubah menjadi lautan api. &lt;br /&gt;        Selain membakar, pasukan ABRI juga membongkar gereja-gereja, rumah- &lt;br /&gt;rumah penduduk dan puskesmas - menggunakan atapnya untuk membangun pos-pos &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8712925382323756902-9191076407847481151?l=timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/feeds/9191076407847481151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2011/02/indonesia-l-siar-pembunuhan-rakyat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/9191076407847481151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/9191076407847481151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2011/02/indonesia-l-siar-pembunuhan-rakyat.html' title='Ø  INDONESIA-L  SiaR---PEMBUNUHAN RAKYAT SIPIL DI ILAGA'/><author><name>PAPENAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11311001336427363057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TVVVs6pWYxI/AAAAAAAAAFE/I5q2_-L6Zo4/s220/100_0544.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TU3iRyEV2eI/AAAAAAAAAE8/nshLHrel4mM/s72-c/ROBBYE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8712925382323756902.post-3595283250733934914</id><published>2011-02-05T12:00:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T12:03:47.021-08:00</updated><title type='text'>AIKOL JOMOL EMOKORYA-JORKAL -JORE: DASAR-DASAR PERJUANGANDASAR DASAR PERJUANGAN KEMER...</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;a href="http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2011/02/dasar-dasar-perjuangandasar-dasar.html?spref=bl"&gt;AIKOL JOMOL EMOKORYA-JORKAL -JORE: DASAR-DASAR PERJUANGANDASAR DASAR PERJUANGAN KEMER...&lt;/a&gt;: "DASAR DASAR PERJUANGAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT  Oleh: J.ROBBYE AMOKOMengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia?  Mengapa r..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" id="header"&gt;  &lt;div dir="LTR" id="Header1"&gt;   &lt;div dir="LTR" id="header-inner"&gt;    &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;MEMBAHAS    PERMASALAHAN SEJARAH DARI SISI YANG BERBEDA UNTUK KEPENTINGAN    NASIONAL&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" id="crosscol"&gt;  &lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" id="BloggerButton1"&gt;   &lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sabtu,   25 September 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" id="main"&gt;  &lt;div dir="LTR" id="Blog1"&gt;   &lt;h3 align="LEFT"&gt;&lt;a href="" name="2913012511437862101"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PERJUANGAN   BANGSA INDONESIA MEREBUT IRIAN BARAT/PAPUA &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/h3&gt;&lt;div align="LEFT" style="line-height: 150%; margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;   &lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;1.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Latar   belakang pengembalian Irian Barat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah   Irian Barat termasuk wilayah Indonesia ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jawabannya   adalah ya! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena   apabila ditinjau dari &lt;b&gt;segi politis&lt;/b&gt;, bahwa berdasarkan   perjanjian international 1896 yang diperjuangkan oleh Prof. Van   Vollen Houven (pakar hukum adat Indonesia) di sepakati bahwa   ”Indonesia” adalah bekas Hindia Belanda. Sedangkan Irian Barat   walaupun dikatakan oleh Belanda secara kesukuan berbeda dengan   bangsa Indonesia, tetapi secara sah merupakan wilayah Hindia   Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila   ditinjau dari &lt;b&gt;segi antropologi&lt;/b&gt;, bahwa bangsa Indonesia yang   asli adalah Homo Wajakensis dan Homo Soloensis yang mempunyai   ciri-ciri: kulit hitam, rambut keriting (&lt;b&gt;ras austromelanesoid&lt;/b&gt;)   yang merupakan ciri ciri suku bangsa Aborigin (Australia) dan ras   negroid (Papua).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila   ditinjau dari &lt;b&gt;segi sejarah&lt;/b&gt; , bahwa Konferensi Meja Bundar   yang dilakukan untuk mengatur penyerahan kedaulatan Indonesia   diwarnai dengan usaha licik Belanda yang ingin terus mempertahankan   Irian Barat (New Guinea) dengan alasan kesukuan. Akhirnya KMB   memutuskan penyelesaian Irian Barat akan ditentukan dalam masa satu   tahun setelah penyerahan kedaulatan melalui perundingan antara RIS   dengan Kerajaan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="2" cellspacing="0" style="width: 538px;"&gt;&lt;col width="532"&gt;&lt;/col&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td valign="TOP" width="532"&gt;      &lt;div align="LEFT" style="border: 2.5pt solid rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0.2in; margin-left: 0.34in; padding: 0.02in 0.08in;"&gt;      &lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;Benarkah      alasan Belanda mempertahankan Irian Barat karena masalah      kesukuan ?Ternyata bukan&lt;/span&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="border: 2.5pt solid rgb(0, 0, 0); margin-left: 0.34in; padding: 0.02in 0.08in;"&gt;      &lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;Alasan      sebenarnya adalah bahwa pada saat itu Belanda sedang mengadakan      eksplorasi / penelitian sumber daya alam di Irian dan berhasil      menemukan fakta bahwa di Irian Barat terdapat tambang emas dan      uranium terbesar di dunia (sekarang dinamakan Freeport yang      merupakan perusahaan asing milik Belanda ) yang tidak akan habis      di gali selama 100&lt;/span&gt; &lt;span lang="en-GB"&gt;tahun.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Belanda   tetap mempertahankan Irian Barat sebagai jajahannya, dan memasukan   wilayah Irian Barat ke dalam Konstitusi nya pada tanggal 19   Pebruari 1952. Dengan demikian Belanda sendiri telah melanggar isi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Round   Table Conference&lt;/b&gt; yang telah disepakati dengan RIS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;2.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Perjuangan   diplomasi;pendekatan diplomasi &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Perundingan   Bilateral Indonesia Belanda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada   tanggal 24 Maret 1950 diselenggarakan Konferensi Tingkat Menteri   Uni Belanda - Indonesia. Konferensi memutuskan untuk membentuk   suatu komisi yang anggotanya wakil-wakil Indonesia dan Belanda   untuk menyelidiki masalah Irian Barat. Hasil kerja Komisi ini harus   dilaporkan dalam Konferensi Tingkat Menteri II di Den Haag pada   bulan Desember 1950. Ternyata pembicaraan dalam tingkat ini tidak   menghasilkan penyelesaian masalah Irian Barat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 480px;"&gt;&lt;col width="217"&gt;&lt;/col&gt;    &lt;col width="263"&gt;&lt;/col&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="TOP"&gt;     &lt;td width="217"&gt;      &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="263"&gt;      &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertemuan   Bilateral Indonesia Belanda berturut-turut diadakan pada tahun 1952   dan 1954, namun hasilnya tetap sama, yaitu Belanda enggan   mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia sesuai hasil KMB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Melalui   Forum PBB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah   perundingan bilateral yang dilaksanakan pada tahun 1950, 1952 dan   1954 mengalami kegagalan, Indonesia berupaya mengajukan masalah   Irian Barat dalam forum PBB. Sidang Umum PBB yang pertama kali   membahas masalah Irian Barat dilaksanakan tanggal 10 Desember 1954.   Sidang ini gagal untuk mendapatkan 2/3 suara dukungan yang   diperlukan untuk mendesak Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Indonesia   secara bertrurut turut mengajukan lagi sengketa Irian Barat dalam   Majelis Umum X tahun 1955, Majelis Umum XI tahun 1956, dan Majelis   Umum XII tahun 1957. Tetapi hasil pemungutan suara yang diperoleh   tidak dapat memperoleh 2/3 suara yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Dukungan   Negara Negara Asia Afrika (KAA)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gagal   melalui cara bilateral, Indonesia juga menempuh jalur diplomasi   secara regional dengan mencari dukungan dari negara-negara Asia   Afrika. Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Indonesia tahun   1955 dan dihadiri oleh 29 negara-negara di kawasan Asia Afrika,   secara bulat mendukung upaya bangsa Indonesia untuk memperoleh   kembali Irian sebagai wilayah yang sah dari RI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun   suara bangsa-bangsa Asia Afrika di dalam forum PBB tetap tidak   dapat menarik dukungan internasional dalam sidang Majelis Umum PBB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;3.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Perjuangan   dengan konfrontasi politik dan ekonomi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kegagalan   pemerintah Indonesia untuk mengembalikan Irian Barat baik secara   bilateral, Forum PBB dan dukungan Asia Afrika, membuat pemerintah   RI menempuh jalan lain pengembalian Irian Barat, yaitu jalur   konfrontasi. Berikut ini adalah upaya Indonesia mengembalikan Irian   melalui jalur konfrontasi, yang dilakukan secara bertahap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;a.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Pembatalan   Uni Indonesia Belanda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah   menempuh jalur diplomasi sejak tahun 1950, 1952 dan 1954, serta   melalui forum PBB tahun 1954 gagal untuk mengembalikan Irian Barat   kedalam pangkuan RI, pemerintah RI mulai bertindak tegas dengan   tidak lagi mengakui Uni Belanda Indonesia yang dibentuk berdasarkan   KMB. Ini berarti bahwa pembatalan Uni Belanda Indonesia secara   sepihak oleh pemerintah RI berarti juga merupakan bentuk pembatalan   terhadap isi KMB. Tindakan pemerintah RI ini juga didukung oleh   kalangan masyarakat luas, partai-partai dan berbagai organisasi   politik, yang menganggap bahwa kemerdekaan RI belum lengkap /   sempurna selama Indonesia masih menjadi anggota UNI yang dikepalai   oleh Ratu Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="es-ES"&gt;Pada   tanggal 3 Mei 1956 Indonesia membatalkan hubungan Indonesia   Belanda, berdasarkan perjanjian KMB. Pembatalan ini dilakukan   dengan Undang Undang No. 13 tahun 1956 yang menyatakan, bahwa untuk   selanjutnya hubungan Indonesia Belanda adalah hubungan yang lazim   antara negara yang berdaulat penuh, berdasarkan hukum   internasional. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sementara   itu hubungan antara kedua negara semakin memburuk, karena :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;terlibatnya   orang-orang Belanda dalam berbagai pergolakan di Indonesia (APRA,   Andi Azis, RMS)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Belanda   tetap tidak mau menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;b&gt;Pembentukan   Pemerintahan Sementara Propinsi Irian Barat di Soasiu (Maluku   Utara)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="fi-FI" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesuai   dengan Program Kerja Kabinet, Ali Sastroamidjojo membentuk Propinsi   Irian Barat dengan ibu kota Soasiu (Tidore). Pembentukan propinsi   itu diresmikan tanggal 17 Agustus 1956. Propinsi ini meliputi   wilayah Irian Barat yang masih diduduki Belanda dan daerah Tidore,   Oba, Weda, Patrani, serta Wasile di Maluku Utara. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 512px;"&gt;&lt;col width="217"&gt;&lt;/col&gt;    &lt;col width="295"&gt;&lt;/col&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="TOP"&gt;     &lt;td width="217"&gt;      &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="295"&gt;      &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Pemogokan   Total Buruh Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sepuluh   tahun menempuh jalan damai, tidak menghasilkan apapun. Karena itu,   pada tanggal 18 Nopember 1957 dilancarkan aksi-aksi pembebasan   Irian Barat di seluruh tanah air. Dalam rapat umum yang diadakan   hari itu, segera diikuti pemogokan total oleh buruh-buruh yang   bekerja pada perusahaan-perusahaan milik Belanda pada tanggal 2   Desember 1957. Pada hari itu juga pemerintah RI mengeluarkan   larangan bagi beredarnya semua terbitan dan film yang menggunakan   bahasa Belanda. Kemudian KLM dilarang mendarat dan terbang di   seluruh wilayah Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;d.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Nasionalisasi   Perusahaan Milik Belanda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada   tanggal 3 Desember 1957 semua kegiatan perwakilan konsuler Belanda   di Indonesia diminta untuk dihentikan. Kemudian terjadi serentetan   aksi pengambil alihan modal perusahaan-perusahaan milik Belanda di   Indonesia, yang semula dilakukan secara spontan oleh rakyat dan   buruh yang bekerja pada perusahaan-perusahaan Belanda ini. Namun   kemudian ditampung dan dilakukan secara teratur oleh pemerintah.   Pengambilalihan modal perusahaan perusahaan milik Belanda tersebut   oleh pemerintah kemudian diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 23   tahun 1958.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;e.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Pemutusan   Hubungan Diplomatik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hubungan   diplomatik Indonesia – Belanda bertambah tegang dan mencapai   puncaknya ketika pemerintah Indonesia memutuskan hubungan   diplomatik dengan Belanda. Dalam pidato Presiden yang berjudul   ”&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jalan Revolusi Kita Bagaikan Malaikat Turun Dari Langit   (Jarek)”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; pada peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke   15, tanggal 17 Agustus 1960, presiden memaklumkan pemutusan   hubungan diplomatik dengan Belanda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tindakan   ini merupakan reaksi atas sikap Belanda yang dianggap tidak   menghendaki penyelesaian secara damai pengembalian Irian Barat   kepada Indonesia. Bahkan, menjelang bulan Agustus 1960, Belanda   mengirimkan kapal induk ” Karel Doorman ke Irian melalui Jepang.   Disamping meningkatkan armada lautnya, Belanda juga memperkuat   armada udaranya dan angkutan darat nya di Irian Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena   itulah pemerintah RI mulai menyusun kekuatan bersenjatanya untuk   mempersiapkan segala sesuatu kemungkinan. Konfrontasi militer pun   dimulai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;4.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Tri   Komando Rakyat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Tri   Komando Rakyat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam   pidatonya ”Membangun Dunia Kembali” di forum PBB tanggal 30   September 1960, Presiden Soekarno berujar, ”......&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kami   telah mengadakan perundingan-perundingan bilateral......harapan   lenyap, kesadaran hilang, bahkan toleransi pu n mencapai batasnya.   Semuanya itu telah habis dan Belanda tidak memberikan alternatif   lainnya, kecuali memperkeras sikap kami.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tindakan   konfrontasi politik dan ekonomi yang dilancarkan Indonesia ternyata   belum mampu memaksa Belanda untuk menyerahkan Irian Barat. Pada   bulan April 1961 Belanda membentuk Dewan Papua, bahkan dalam Sidang   umum PBB September 1961, Belanda mengumumkan berdirinya Negara   Papua. Untuk mempertegas keberadaan Negara Papua, Belanda   mendatangkan kapal induk ”Karel Doorman” ke Irian Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terdesak   oleh persiapan perang Indonesia itu, Belanda dalam sidang Majelis   Umum PBB XVI tahun 1961 mengajukan usulan dekolonisasi di Irian   Barat, yang dikenal dengan ”Rencana Luns”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;menanggapi   rencana licik Belanda tersebut, pada tanggal 19 Desember 1961   bertempat di Yogyakarta, Presiden Soekarno mengumumkan TRIKORA   dalam rapat raksasa di alun alun utara Yogyakarta, yang isinya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1.08in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Gagalkan   berdirinya negara Boneka Papua bentukan Belanda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1.08in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kibarkan   sang Merah Putih di irtian Jaya tanah air Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1.08in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Bersiap   melaksanakan mobilisasi umum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;b.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Pembentukan   Komando Mandala Pembebasan Irian Barat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai   langkah pertama pelaksanaan Trikora adalah pembentukan suatu   komando operasi, yang diberi nama ”Komando Mandala Pembebasan   Irian Barat”. Sebagai panglima komando adalah Brigjend. Soeharto   yang kermudian pangkatnya dinaikkan menjadi Mayor Jenderal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Panglima   Komando : Mayjend. Soeharto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wakil   Panglima I : Kolonel Laut Subono&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wakil   Panglima II : Kolonel Udara Leo Wattimena&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kepala   Staf Gabungan : Kolonel Ahmad Tahir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Komando   Mandala yang bermarkas di Makasar ini mempunyai dua tujuan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;merencanakan,   menyiapkan dan melaksanakan operasi militer untuk mengembalikan   Irian barat ke dalam kekuasaan Republik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;mengembangkan   situasi militer di wilayah Irian barat sesuai dengan perkembangan   perjuangan di bidang diplomasi supaya dalam waktu singkat   diciptakan daerah daerah bebas de facto atau unsur pemerintah RI di   wilayah Irian Barat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam   upaya melaksanakan tujuan tersebut, Komando Mandala membuat   strategi dengan membagi operasi pembebasan Irian Barat menjadi tiga   fase, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Fase   infiltrasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dimulai   pada awal Januari tahun 1962 sampai dengan akhir tahun 1962, dengan   memasukkan 10 kompi ke sekitar sasaaran tertentu untuk menciptakan   daerah bebas de facto.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Fase   Eksploitasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dimulai   pada awal Januari 1964 sampai dengan akhir tahun 1963, dengan   mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, menduduki   semua pos pertahanan musuh yang penting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Fase   Konsolidasi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 1in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dilaksanakan   pada tanggal 1 Januari 1964, dengan menegakkan kekuasaan RI secara   mutlak di seluruh Irian Barat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 503px;"&gt;&lt;col width="215"&gt;&lt;/col&gt;    &lt;col width="288"&gt;&lt;/col&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="TOP"&gt;     &lt;td width="215"&gt;      &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td width="288"&gt;      &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebelum   Komando mandala bekerja aktif, unsur militer yang tergabung dalam   Motor Boat Torpedo (MTB) telah melakukan penyusupan ke Irian Barat.   Namun kedatangan pasukan ini diketahui oleh Belanda, sehingga pecah   pertempuran di Laut Arafura. Dalam pertempuran yang sangat dahsyat   ini, MTB Macan Tutul berhasil ditenggelamkan oleh Belanda dan   mengakibatkan gugurnya komandan MTB Macan Tutul Yoshafat Sudarso   (Pahlawan Trikora)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sementara   itu Presiden Amerika Serikat yang baru saja terpilih John   Fitzgerald Kennedy merasa risau dengan perkembangan yang terjadi di   Irian Barat. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dukungan   Uni Soviet ( PM. Nikita Kruschev ) kepada perjuangan RI untuk   mengembalikan Irian Barat dari tangan Belanda, menimbulkan   terjadinya ketegangan politik dunia, terutama pada pihak Sekutu   (NATO) pimpinan Amerika Serikat yang semula sangat mendukung   Belanda sebagai anggota sekutunya. Apabila Uni Soviet telah   terlibat dan Indonesia terpengaruh kelompok ini, maka akan sangat   membahayakan posisi Amerika Serikat di Asia dan dikhawatirkan akan   menimbulkan masalah Pasifik Barat Daya. Apabila pecah perang   Indonesia dengan Belanda maka Amerika akan berada dalam posisi yang   sulit. Amerika Serikat sebagai sekutu Belanda akan di cap sebagai   negara pendukung penjajah dan Indonesia akan jatuh dalam pengaruh   Uni Soviet. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk   itu, dengan meminjam tangan Sekjend PBB U Than, Kennedy mengirimkan   diplomatnya yang bernama Elsworth Bunker untuk mengadakan   pendekatan kepada Indonesia – Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesuai   dengan tugas dari Sekjend PBB ( U Than ), Elsworth Bunker pun   mengadakan penelitian masalah ini, dan mengajukan usulan yang   dikenal dengan ”&lt;b&gt;Proposal Bunker”. &lt;/b&gt;Adapun isi Proposal   Bunker tersebut adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;”&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Belanda   harus menyerahkan kedaulatan atas Irian barat kepada Indonesia   melalui PBB dalam jangka waktu paling lambat dua tahun”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Usulan   ini menimbulkan reaksi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1.08in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Dari   Indonesia : meminta supaya waktu penyerahan diperpendek&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 2.33in; text-indent: -1.58in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.   Dari Belanda : setuju melalui PBB, tetapi tetap diserahkan kepada   Negara Papua Merdeka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;c.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Operasi   Jaya Wijaya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelaksanaan   Operasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.92in; text-indent: -0.17in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.   Maret - Agustus 1962 dilancarkan operasi pendaratan melalui laut   dan udara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.92in; text-indent: -0.17in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.   Rencana serangan terbuka untuk merebut Irian Barat sebagai suatu   operasi penentuan, yang diberi nama Operasi Jaya wijaya”.   Pelaksanaan operasi adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1.33in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Angkatan   Laut Mandala dipimpin oleh Kolonel Soedomo membentuk tugas amphibi   17, terdiri dari 7 gugus tugas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 1.33in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Angkatan   Udara Mandala membentuk enam kesatuan tempur baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.75in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara   itu sebelum operasi Jayawijaya dilaksanakan, diadakan perundingan   di Markas Besar PBB pada tanggal 15 Agustus 1962, yang menghasilkan   suatu resolusi penghentian tembak menembak pada tanggal 18 Agustus   1962. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;b&gt;5.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;b&gt;Persetujuan   New York [ New York Agreement&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;&lt;b&gt;]&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah   operasi-operasi infiltrasi mulai mengepung beberapa kota penting di   Irian Barat, sadarlah Belanda dan sekutu-sekutunya, bahwa Indonesia   tidak main-main untuk merebut kembali Irian Barat. Atas desakan   Amerika Serikat, Belanda bersedia menyerahkan irian Barat kepada   Indonesia melalui Persetujuan New York / New York Agreement. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="en-GB" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Isi   Pokok persetujuan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.83in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;Paling   lambat 1 Oktober 1962 pemerintahan sementara PBB (UNTEA) akan   menerima serah terima pemerintahan dari tangan Belanda dan sejak   saat itu bendera merah putih diperbolehkan berkibar di Irian   Barat..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.83in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Pada tanggal   31 Desember 11962 bendera merah putih berkibar disamping bendera   PBB.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.83in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Pemulangan   anggota anggota sipil dan militer Belanda sudah harus selesai   tanggal 1 Mei 1963&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.83in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Selambat   lambatnya tanggal 1 Mei 1963 pemerintah RI secara resmi menerima   penyerahan pemerintahan Irian Barat dari tangan PBB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.83in; text-indent: -0.33in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Indonesia   harus menerima kewajiban untuk mengadakan Penentuan Pendapat rakyat   di Irian Barat, paling lambat sebelum akhir tahun 1969.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesuai   dengan perjanjian New York, pada tanggal 1 Mei 1963 berlangsung   upacara serah terima Irian Barat dari UNTEA kepada pemerintah RI.   Upacara berlangsung di Hollandia (Jayapura). Dalam peristiwa itu   bendera PBB diturunkan dan berkibarlah merah putih yang menandai   resminya Irian Barat menjadi propinsi ke 26. Nama Irian Barat   diubah menjadi Irian Jaya ( sekarang Papua )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;6.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Arti   penting Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai   salah satu kewajiban pemerintah Republik Indonesia menurut   persetujuan New York, adalah pemerintah RI harus mengadakan   penentuan pendapat rakyat di Irian Barat paling lambat akhir tahun   1969. pepera ini untuk menentukan apakah rakyat Irian Barat   memilih, ikut RI atau merdeka sendiri. Penentuan pendapat Rakyat   akhirnya dilaksanakan pada tanggal 24 Maret sampai dengan 4 Agustus   1969.Mereka diberi dua opsi, yaitu : bergabung dengan RI atau   merdeka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah   Pepera dilaksanakan, Dewan Musyawarah Pepera mengumumkan bahwa   rakyat Irian dengan suara bulat memutuskan Irian Jaya tetap   merupakan bagian dari Republik Indoenesia. Hasil ini dibawa Duta   Besar &lt;b&gt;Ortiz Sanz&lt;/b&gt; untuk dilaporkan dalam sidang umum PBB ke   24 bulan Nopember 1969. Sejak saat itu secara de yure Irian Jaya   sah menjadi milik RI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" lang="sv-SE" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.25in;"&gt;   &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan   menganalisa fakta-fakta pembebasan Irian Barat sampai kemudian   dilaksanakan Pepera, dapat diambil kesimpulan bahwa Pepera   mempunyai arti yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia, yaitu   :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;bukti bahwa   pemerintah Indonesia dengan merebut Irian Barat melalui konfrontasi   bukan merupakan sebuah tindakan aneksasi / penjajahan kepada bangsa   lain, karena secara sah dipandang dari segi de facto dan de jure   Irian Barat merupakan bagian dari wilayah RI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;upaya keras   pemerintah Ri merebut kembali Irian Barat bukan merupakan tindakan   sepihak, tetapi juga mendapat dukungan dari masyarakat Irian Barat.   Terbukti hasil Pepera menyatakan rakyat Irian ingin bergabung   dengan Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;a href="" name="comment-form"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="" name="comment-post-message"&gt;&lt;/a&gt;   &lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diposkan oleh DWI   NUGROHO WIDI, S.Pd. di Sabtu 25 September 20010&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/perjuangan-bangsa-indonesia-merebut.html"&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 665px;"&gt;&lt;col width="157"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col width="508"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="157"&gt;    &lt;div dir="LTR" id="sidebar-right-2-1"&gt;     &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="508"&gt;    &lt;div dir="LTR" id="sidebar-right-2-2"&gt;     &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div dir="LTR" id="sidebar-right-3"&gt;  &lt;div dir="LTR" id="Followers1"&gt;   &lt;h2 align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Entri   Populer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" id="footer-1"&gt;  &lt;div dir="LTR" id="PopularPosts1"&gt;   &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/perjuangan-bangsa-indonesia-merebut.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PERJUANGAN    BANGSA INDONESIA MEREBUT IRIAN BARAT/PAPUA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.    Latar belakang pengembalian Irian Barat Apakah Irian Barat    termasuk wilayah Indonesia ? Jawabannya adalah ya! Karena apabila    di...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/proklamasi-dan-terbentuknya-nkri.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics10" src="http://4.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TUQgjSKiRpI/AAAAAAAAAHc/hOSbqlYjX8k/s72-c/rumah+laks.+maeda.jpg" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/proklamasi-dan-terbentuknya-nkri.html" target="_blank"&gt;    &lt;/a&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/proklamasi-dan-terbentuknya-nkri.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PROKLAMASI    DAN TERBENTUKNYA NKRI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;I.    Berita Kekalahan Jepang Terhadap Sekutu Dan Perbedaan Pendapat    Antara Golongan Tua Dan Muda Yang Melahirkan Peristiwa    Rengasdengklok, ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/dokumen-sejarah-indonesia.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PERMASALAHAN    DALAM DOKUMEN SEJARAH INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika    Roy Suryo mengatakan telah menemukan teks asli lagu Indonesia    raya, banyak orang (yang tidak mengerti sejarah) menjadi    kebingungan. ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/proses-kemerdekaan-bangsa-indonesia.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PROSES    KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;I    Janji Perdana Menteri Koiso Sejak tahun 1944 posisi Jepang dalam    perang Asia Timur Raya terus terdesak, bahkan berbagai pula...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/garuda-lambang-negara-ri.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics11" src="http://2.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TLMn9_CR4QI/AAAAAAAAACM/tVgSIxzMG0U/s72-c/garuda+muka.JPG" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/garuda-lambang-negara-ri.html" target="_blank"&gt;    &lt;/a&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/garuda-lambang-negara-ri.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;GARUDA,    LAMBANG NEGARA RI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Binatang    Apakah "GARUDA" itu.....???? Garuda merupakan gambaran    seekor burung yang tidak nyata. Kita dapat melihat bentuk    Garudamukha pada ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/sisa-sisa-kebesaran-kadiri-kuno.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics12" src="http://3.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TK85hd6Mt_I/AAAAAAAAACE/ZvAAoFUgYRE/s72-c/Picture1.jpg" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/sisa-sisa-kebesaran-kadiri-kuno.html" target="_blank"&gt;    &lt;/a&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/sisa-sisa-kebesaran-kadiri-kuno.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;SISA    SISA KEBESARAN KADIRI KUNO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Daerah    Kediri atau Kadiri merupakan daerah yang sangat subur karena    sebuah sungai besar mengairi daerah ini. Alasan inilah yang    menjadikan ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/tragedi-nasional-dan-konflik-konflik.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics13" src="http://3.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TTrWyOzjy9I/AAAAAAAAAG8/sw18g2gzUZ8/s72-c/Picture1.png" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/tragedi-nasional-dan-konflik-konflik.html" target="_blank"&gt;    &lt;/a&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/tragedi-nasional-dan-konflik-konflik.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;TRAGEDI    NASIONAL DAN KONFLIK-KONFLIK INTERNAL YANG LAIN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;A.    Dampak persoalan hubungan pusat daerah , persaingan ideologis, dan    pergolakan sosial politik lainnya terhada...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/peranan-dunia-internasional-dan.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics14" src="http://3.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TTvKFc6MnwI/AAAAAAAAAHE/MDgDUiqR3cQ/s72-c/markas+besar+PBB+di+New+York.jpg" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/peranan-dunia-internasional-dan.html" target="_blank"&gt;    &lt;/a&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/peranan-dunia-internasional-dan.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PERANAN    DUNIA INTERNASIONAL DAN PERJUANGAN DIPLOMASI DALAM MEMPERTAHANKAN    KEMERDEKAAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.1Peranan    Internasional Dalam Membantu Penyelesaian Konflik Indonesia –    Belandaa. Peranan Per...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/12/polemik-ngayogyakarto-hadiningrat.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;POLEMIK    NGAYOGYAKARTO HADININGRAT (Tinjauan Historis)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bangsa    Indonesia sedang dilanda kebingungan yang amat sangat, karena    banyaknya polemik yang belum terpecahkan sudah muncul kembali    polemik y..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 665px;"&gt;&lt;col width="389"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;col width="275"&gt;&lt;/col&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td width="389"&gt;    &lt;div dir="LTR" id="footer-2-1"&gt;     &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" id="PopularPosts2"&gt;      &lt;h2 align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Entri      Populer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/perjuangan-bangsa-indonesia-merebut.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PERJUANGAN       BANGSA INDONESIA MEREBUT IRIAN BARAT/PAPUA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.       Latar belakang pengembalian Irian Barat Apakah Irian Barat       termasuk wilayah Indonesia ? Jawabannya adalah ya! Karena       apabila di...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/proklamasi-dan-terbentuknya-nkri.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics16" src="http://4.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TUQgjSKiRpI/AAAAAAAAAHc/hOSbqlYjX8k/s72-c/rumah+laks.+maeda.jpg" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/proklamasi-dan-terbentuknya-nkri.html" target="_blank"&gt;       &lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/proklamasi-dan-terbentuknya-nkri.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PROKLAMASI       DAN TERBENTUKNYA NKRI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;I.       Berita Kekalahan Jepang Terhadap Sekutu Dan Perbedaan Pendapat       Antara Golongan Tua Dan Muda Yang Melahirkan Peristiwa       Rengasdengklok, ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/dokumen-sejarah-indonesia.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PERMASALAHAN       DALAM DOKUMEN SEJARAH INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika       Roy Suryo mengatakan telah menemukan teks asli lagu Indonesia       raya, banyak orang (yang tidak mengerti sejarah) menjadi       kebingungan. ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/proses-kemerdekaan-bangsa-indonesia.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PROSES       KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;I       Janji Perdana Menteri Koiso Sejak tahun 1944 posisi Jepang       dalam perang Asia Timur Raya terus terdesak, bahkan berbagai       pula...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/garuda-lambang-negara-ri.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics17" src="http://2.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TLMn9_CR4QI/AAAAAAAAACM/tVgSIxzMG0U/s72-c/garuda+muka.JPG" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/garuda-lambang-negara-ri.html" target="_blank"&gt;       &lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/09/garuda-lambang-negara-ri.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;GARUDA,       LAMBANG NEGARA RI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Binatang       Apakah "GARUDA" itu.....???? Garuda merupakan       gambaran seekor burung yang tidak nyata. Kita dapat melihat       bentuk Garudamukha pada ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/sisa-sisa-kebesaran-kadiri-kuno.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics18" src="http://3.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TK85hd6Mt_I/AAAAAAAAACE/ZvAAoFUgYRE/s72-c/Picture1.jpg" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/sisa-sisa-kebesaran-kadiri-kuno.html" target="_blank"&gt;       &lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="color: #444444;"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/10/sisa-sisa-kebesaran-kadiri-kuno.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;SISA       SISA KEBESARAN KADIRI KUNO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Daerah       Kediri atau Kadiri merupakan daerah yang sangat subur karena       sebuah sungai besar mengairi daerah ini. Alasan inilah yang       menjadikan ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/tragedi-nasional-dan-konflik-konflik.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics19" src="http://3.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TTrWyOzjy9I/AAAAAAAAAG8/sw18g2gzUZ8/s72-c/Picture1.png" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/tragedi-nasional-dan-konflik-konflik.html" target="_blank"&gt;       &lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/tragedi-nasional-dan-konflik-konflik.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;TRAGEDI       NASIONAL DAN KONFLIK-KONFLIK INTERNAL YANG LAIN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;       Dampak persoalan hubungan pusat daerah , persaingan ideologis,       dan pergolakan sosial politik lainnya terhada...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/peranan-dunia-internasional-dan.html" target="_blank"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="0" height="72" name="graphics20" src="http://3.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TTvKFc6MnwI/AAAAAAAAAHE/MDgDUiqR3cQ/s72-c/markas+besar+PBB+di+New+York.jpg" width="72" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/peranan-dunia-internasional-dan.html" target="_blank"&gt;       &lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2011/01/peranan-dunia-internasional-dan.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;PERANAN       DUNIA INTERNASIONAL DAN PERJUANGAN DIPLOMASI DALAM       MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.1&amp;nbsp;       Peranan Internasional Dalam Membantu Penyelesaian Konflik       Indonesia – Belandaa.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Peranan       Per...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://widhisejarahblog.blogspot.com/2010/12/polemik-ngayogyakarto-hadiningrat.html"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #444444;"&gt;POLEMIK       NGAYOGYAKA&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #134f5c;"&gt;RTO HADININGRAT (Tinjauan Historis)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT" style="margin-bottom: 0.2in;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bangsa       Indonesia sedang dilanda kebingungan yang amat sangat, karena       banyaknya polemik yang belum terpecahkan sudah muncul kembali       polemik y...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="275"&gt;    &lt;div dir="LTR" id="footer-2-2"&gt;     &lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" id="Text2"&gt;      &lt;h2 align="LEFT"&gt; &lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;SEJARAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selamat      datang di blog yang akan membahas beberapa fenomena sejarah      bangsa Indonesia secara sederhana dan mudah      dipahami.&lt;br /&gt;Merdekaaaaaa......!!!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR" id="Image1"&gt;      &lt;h2 align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;CANDI      SURABHANA / SUROWONO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="" name="Image1_img"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img align="BOTTOM" alt="CANDI SURABHANA / SUROWONO" border="0" height="113" name="graphics25" src="http://2.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TRit_azyA0I/AAAAAAAAAFg/SJuoQBIsyXY/S150/surowono.jpg" width="150" /&gt;      &lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Candi      peninggalan Kerajaan Majapahit ini sekarang terletak di Desa      Canggu Kecamatan Badas (dahulu Kecamatan Pare) Kabupaten Kediri,      merupakan pendarmaan dari Bhre Kertabhumi. Candi ini juga      dikenal dengan istilah candi porno, karena banyak adegan relief      yang menggambarkan pronografi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/rearrange?blogID=286402549135879356&amp;amp;widgetType=Image&amp;amp;widgetId=Image1&amp;amp;action=editWidget" target="configImage1"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;&lt;img align="BOTTOM" border="1" height="18" name="graphics26" src="http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png" width="18" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/rearrange?blogID=286402549135879356&amp;amp;widgetType=Image&amp;amp;widgetId=Image1&amp;amp;action=editWidget" target="configImage1"&gt;      &lt;/a&gt;      &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8712925382323756902-3595283250733934914?l=timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/feeds/3595283250733934914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2011/02/aikol-jomol-emokorya-jorkal-jore-dasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/3595283250733934914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/3595283250733934914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2011/02/aikol-jomol-emokorya-jorkal-jore-dasar.html' title='AIKOL JOMOL EMOKORYA-JORKAL -JORE: DASAR-DASAR PERJUANGANDASAR DASAR PERJUANGAN KEMER...'/><author><name>PAPENAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11311001336427363057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TVVVs6pWYxI/AAAAAAAAAFE/I5q2_-L6Zo4/s220/100_0544.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GhKHYNG_eII/TUQgjSKiRpI/AAAAAAAAAHc/hOSbqlYjX8k/s72-c/rumah+laks.+maeda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8712925382323756902.post-7329098836281918046</id><published>2011-02-05T11:33:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T11:33:16.267-08:00</updated><title type='text'>DASAR-DASAR PERJUANGANDASAR DASAR PERJUANGAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT  Oleh: J.ROBBYE AMOKO Mengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia?  Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka?  Kapan mereka mau berhenti berjuang?  Ada empat faktor yang mendasari keinginan rakyat Papua Barat untuk memiliki negara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu:  1. hak  2. budaya  3. latarbelakang sejarah  4. realitas sekarang  ad 1. Hak  Kemerdekaan adalah »hak« berdasarkan Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration on Human Rights) yang menjamin hak-hak individu dan berdasarkan Konvenant Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang menjamin hak-hak kolektif di dalam mana hak penentuan nasib sendiri (the right to self-determination) ditetapkan.  »All peoples have the right of self-determination. By virtue of that right they freely determine their political status and freely pursue their economic, social and cultural development - Semua bangsa memiliki hak penentuan nasib sendiri. Atas dasar mana mereka bebas menentukan status politik mereka dan bebas melaksanakan pembangunan ekonomi dan budaya mereka«  (International Covenant on Civil and Political Rights, Article 1). Nation is used in the meaning of People (Roethof 1951:2) and can be distinguished from the concept State - Bangsa digunakan dalam arti Rakyat (Roethof 1951:2) dan dapat dibedakan dari konsep Negara (Riop Report No.1). Riop menulis bahwa sebuah negara dapat mencakup beberapa bangsa, maksudnya kebangsaan atau rakyat (A state can include several nations, meaning Nationalities or Peoples).  Ada dua jenis the right to self-determination (hak penentuan nasib sendiri), yaitu external right to self-determination dan internal right to self-determination.  External right to self-determination yaitu hak penentuan nasib sendiri untuk mendirikan negara baru di luar suatu negara yang telah ada. Contoh: hak penentuan nasib sendiri untuk memiliki negara Papua Barat di luar negara Indonesia. External right to self-determination, or rather self-determination of nationalities, is the right of every nation to build its own state or decide whether or not it will join another state, partly or wholly (Roethof 1951:46) - Hak external penentuan nasib sendiri, atau lebih baiknya penentuan nasib sendiri dari bangsa-bangsa, adalah hak dari setiap bangsa untuk membentuk negara sendiri atau memutuskan apakah bergabung atau tidak dengan negara lain, sebagian atau seluruhnya (Riop Report No.1). Jadi, rakyat Papua Barat dapat juga memutuskan untuk berintegrasi ke dalam negara tetangga Papua New Guinea. Perkembangan di Irlandia Utara dan Irlandia menunjukkan gejala yang sama. Internal right to self-determination yaitu hak penentuan nasib sendiri bagi sekelompok etnis atau bangsa untuk memiliki daerah kekuasaan tertentu di dalam batas negara yang telah ada. Suatu kelompok etnis atau suatu bangsa berhak menjalankan pemerintahan sendiri, di dalam batas negara yang ada, berdasarkan agama, bahasa dan budaya yang dimilikinya. Di Indonesia dikenal Daerah Istimewa Jogyakarta dan Daerah Istimewa Aceh. Pemerintah daerah-daerah semacam ini biasanya dilimpahi kekuasaan otonomi ataupun kekuasaan federal. Sayangnya, Jogyakarta dan Aceh belum pernah menikmati otonomi yang adalah haknya.  a2. Budd aya  Rakyat Papua Barat, per definisi, merupakan bagian dari rumpun bangsa atau ras Melanesia yang berada di Pasifik, bukan ras Melayu di Asia. Rakyat Papua Barat memiliki budaya Melanesia. Bangsa Melanesia mendiami kepulauan Papua (Papua Barat dan Papua New Guinea), Bougainville, Solomons, Vanuatu, Kanaky (Kaledonia Baru) dan Fiji. Timor dan Maluku, menurut antropologi, juga merupakan bagian dari Melanesia. Sedangkan ras Melayu terdiri dari Jawa, Sunda, Batak, Bali, Dayak, Makassar, Bugis, Menado, dan lain-lain.  Menggunakan istilah ras di sini sama sekali tidak bermaksud bahwa saya menganjurkan rasisme. Juga, saya tidak bermaksud menganjurkan nasionalisme superior ala Adolf Hitler (diktator Jerman pada Perang Dunia II). Adolf Hitler menganggap bahwa ras Aria (bangsa Germanika) merupakan manusia super yang lebih tinggi derajat dan kemampuan berpikirnya daripada manusia asal ras lain. Rakyat Papua Barat sebagai bagian dari bangsa Melanesia merujuk pada pandangan Roethof sebagaimana terdapat pada ad 1 di atas.  ad 3. Latarbelakang Sejarah  Kecuali Indonesia dan Papua Barat sama-sama merupakan bagian penjajahan Belanda, kedua bangsa ini sungguh tidak memiliki garis paralel maupun hubungan politik sepanjang perkembangan sejarah. Analisanya adalah sebagai  berikut:  Pertama: Sebelum adanya penjajahan asing, setiap suku, yang telah mendiami Papua Barat sejak lebih dari 50.000 tahun silam, dipimpin oleh kepala-kepala suku (tribal leaders). Untuk beberapa daerah, setiap kepala suku dipilih secara demokratis sedangkan di beberapa daerah lainnya kepala suku diangkat secara turun-temurun. Hingga kini masih terdapat tatanan pemerintahan tradisional di beberapa daerah, di mana, sebagai contoh, seorang Ondofolo masih memiliki kekuasaan tertentu di daerah Sentani dan Ondoafi masih disegani oleh masyarakat sekitar Yotefa di Numbai. Dari dalam tingkat pemerintahan tradisional di Papua Barat tidak terdapat garis politik vertikal dengan kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia ketika itu.  Kedua: Rakyat Papua Barat memiliki sejarah yang berbeda dengan Indonesia dalam menentang penjajahan Belanda dan Jepang. Misalnya, gerakan Koreri di Biak dan sekitarnya, yang pada awal tahun 1940-an aktif menentang kekuasaan Jepang dan Belanda, tidak memiliki garis komando dengan gerakan kemerdekaan di Indonesia ketika itu. Gerakan Koreri, di bawah pimpinan Stefanus Simopiaref dan Angganita Menufandu, lahir berdasarkan kesadaran pribadi bangsa Melanesia untuk memerdekakan diri di luar penjajahan asing.  Ketiga: Lamanya penjajahan Belanda di Indonesia tidak sama dengan lamanya penjajahan Belanda di Papua Barat. Indonesia dijajah oleh Belanda selama sekitar 350 tahun dan berakhir ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Papua Barat, secara politik praktis, dijajah oleh Belanda selama 64 tahun (1898-1962).  Keempat: Batas negara Indonesia menurut proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah dari »Aceh sampai Ambon«, bukan dari »Sabang sampai Merauke«. Mohammed Hatta (almarhum), wakil presiden pertama RI dan lain-lainnya justru menentang dimasukkannya Papua Barat ke dalam Indonesia (lihat Karkara lampiran I, pokok Hindia Belanda oleh Ottis Simopiaref).  Kelima: Pada Konferensi Meja Bundar (24 Agustus - 2 November 1949) di kota Den Haag (Belanda) telah dimufakati bersama oleh pemerintah Belanda dan Indonesia bahwa Papua Barat tidak merupakan bagian dari negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Status Nieuw-Guinea akan ditetapkan oleh kedua pihak setahun kemudian. (Lihat lampiran II pada Karkara oleh Ottis Simopiaref).  Keenam: Papua Barat pernah mengalami proses dekolonisasi di bawah pemerintahan Belanda. Papua Barat telah memiliki bendera national »Kejora«, »Hai Tanahku Papua« sebagai lagu kebangsaan dan nama negara »Papua Barat«. Simbol-simbol kenegaraan ini ditetapkan oleh New Guinea Raad / NGR (Dewan New Guinea). NGR didirikan pada tanggal 5 April 1961 secara demokratis oleh rakyat Papua Barat bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Nama negara, lagu kebangsaan serta bendera telah diakui oleh seluruh rakyat Papua Barat dan pemerintah Belanda.  Ketujuh: Dari 1 Oktober 1962 hingga 1 Mei 1963, Papua Barat merupakan daerah perwalian PBB di bawah United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) dan dari tahun 1963 hingga 1969, Papua Barat merupakan daerah perselisihan internasional (international dispute region). Kedua aspek ini menggaris-bawahi sejarah Papua Barat di dunia politik internasional dan sekaligus menunjukkan perbedaannya dengan perkembangan sejarah Indonesia bahwa kedua bangsa ini tidak saling memiliki hubungan sejarah.  Kedelapan: Pernah diadakan plebisit (Pepera) pada tahun 1969 di Papua Barat yang hasilnya diperdebatkan di dalam Majelis Umum PBB. Beberapa negara anggota PBB tidak setuju dengan hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) karena hanya merupakan hasil rekayasa pemerintah Indonesia. Adanya masalah Papua Barat di atas agenda Majelis Umum PBB menggaris-bawahi nilai sejarah Papua Barat di dunia politik internasional. Ketidaksetujuan beberapa anggota PBB dan kesalahan PBB dalam menerima hasil Pepera merupakan motivasi untuk menuntut agar PBB kembali memperbaiki sejarah yang salah. Kesalahan itu sungguh melanggar prinsip-prinsip PBB sendiri. (Silahkan lihat lebih lanjut pokok tentang Pepera dalam Karkara oleh Ottis Simopiaref).  Kesembilan: Rakyat Papua Barat, melalui pemimpin-pemimpin mereka, sejak awal telah menyampaikan berbagai pernyataan politik untuk menolak menjadi bagian dari RI. Frans Kaisiepo (almarhum), bekas gubernur Irian Barat, pada konferensi Malino 1946 di Sulawesi Selatan, menyatakan dengan jelas bahwa rakyatnya tidak ingin dihubungkan dengan sebuah negara RI (Plunder in Paradise oleh Anti-Slavery Society). Johan Ariks (alm.), tokoh populer rakyat Papua Barat pada tahun 1960-an, menyampaikan secara tegas perlawanannya terhadap masuknya Papua Barat ke dalam Indonesia (Plunder in Paradise oleh Anti-Slavery Society). Angganita Menufandu (alm.) dan Stefanus Simopiaref (alm.) dari Gerakan Koreri, Raja Ati Ati (alm.) dari Fakfak, L.R. Jakadewa (alm.) dari DVP-Demokratische Volkspartij, Lodewijk Mandatjan (alm.) dan Obeth Manupapami (alm.) dari PONG-Persatuan Orang Nieuw-Guinea, Barend Mandatjan (alm.), Ferry Awom (alm.) dari Batalyon Papua, Permenas Awom (alm.), Jufuway (alm.), Arnold Ap (alm.), Eliezer Bonay (alm.), Adolf Menase Suwae (alm.), Dr. Thomas Wainggai (alm.), Nicolaas Jouwe, Markus Wonggor Kaisiepo dan lain-lainnya dengan cara masing-masing, pada saat yang berbeda dan kadang-kadang di tempat yang berbeda memprotes adanya penjajahan asing di Papua Barat.  ad 4. Realitas Sekarang  Rakyat Papua Barat menyadari dirinya sendiri sebagai bangsa yang terjajah sejak adanya kekuasaan asing di Papua Barat. Kesadaran tersebut tetap menjadi kuat dari waktu ke waktu bahwa rakyat Papua Barat memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan bangsa lain. Di samping itu, penyandaran diri setiap kali pada identitas pribadi yang adalah dasar perjuangan, merupakan akibat dari kekejaman praktek-praktek kolonialisme Indonesia. Perlawanan menjadi semakin keras sebagai akibat dari (1) penindasan yang brutal, (2) adanya ruang-gerak yang semakin luas di mana seseorang dapat mengemukakan pendapat secara bebas dan (3) membanjirnya informasi yang masuk tentang sejarah Papua Barat. Rakyat Papua Barat semakin mengetahui dan mengenal sejarah mereka. Kesadaran merupakan basis untuk mentransformasikan realitas, sebagaimana almarhum Paulo Freire (profesor Brasilia dalam ilmu pendidikan) menulis. Semangat juang menjadi kuat sebagai akibat dari kesadaran itu sendiri.  Pada tahun 1984 terjadi exodus besar-besaran ke negara tetangga Papua New Guinea dan empat pemuda Papua yaitu Jopie Roemajauw, Ottis Simopiaref, Loth Sarakan (alm.) dan John Rumbiak (alm.) memasuki kedutaan besar Belanda di Jakarta untuk meminta suaka politik. Permintaan suaka politik ke kedubes Belanda merupakan yang pertama di dalam sejarah Papua Barat. Gerakan yang dimotori Kelompok Musik-Tari Tradisional, Mambesak (bahasa Biak untuk Cendrawasih) di bawah pimpinan Arnold Ap (alm.) merupakan manifestasi politik anti penjajahan yang dikategorikan terbesar sejak tahun 1969. Kebanyakan anggota Mambesak mengungsi dan berdomisili di Papua New Guinea sedangkan sebagian kecil masih berada dan aktif di Papua Barat.  Dr. Thomas Wainggai (alm.) memimpin aksi damai besar pada tanggal 14 Desember 1988 dengan memproklamirkan kemerdekaan negara Melanesia Barat (Papua Barat). Setahun kemudian pada tanggal yang sama diadakan lagi aksi damai di Numbai (nama pribumi untuk Jayapura) untuk memperingati 14 Desember. Dr. Thom Wainggai dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun, namun beliau kemudian meninggal secara misterius di penjara Cipinang. Papua Barat dilanda berbagai protes besar-besaran selama tahun 1996. Tembagapura bergelora bagaikan air mendidih selama tiga hari (11-13 Maret). Numbai terbakar tanggal 18 Maret menyusul tibanya mayat Thom Wainggai. Nabire dijungkir-balik selama 2 hari (2-3 Juli). Salah satu dari aksi damai terbesar terjadi awal Juli 1998 di Biak, Numbai, Sorong dan Wamena, kemudian di Manokwari. Salah satu pemimpin dari gerakan bulan Juli 1998 adalah Drs. Phillip Karma. Drs. P. Karma bersama beberapa temannya sedang ditahan di penjara Samofa, Biak sambil menjalani proses pengadilan. Gerakan Juli 1998 merupakan yang terbesar karena mencakup daerah luas yang serentak bergerak dan memiliki jumlah massa yang besar. Gerakan Juli 1998 terorganisir dengan baik dibanding gerakan-gerakan sebelumnya. Di samping itu, Gerakan Juli 1998 dapat menarik perhatian dunia melalui media massa sehingga beberapa kedutaan asing di Jakarta menyampaikan peringatan kepada ABRI agar menghentikan kebrutalan mereka di Papua Barat. Berkat Gerakan Juli 1998 Papua Barat telah menjadi issue yang populer di Indonesia dewasa ini. Di samping sukses yang telah dicapai terdapat duka yang paling dalam bahwa menurut laporan dari PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) lebih dari 140 orang dinyatakan hilang dan kebanyakan mayat mereka telah ditemukan terdampar di Biak. Menurut laporan tersebut, banyak wanita yang diperkosa sebelum mereka ditembak mati. Realitas penuh dengan represi, darah, pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan, namun perjuangan tetap akan dilanjutkan. Rakyat Papua Barat menyadari dan mengenali realitas mereka sendiri. Mereka telah mencicipi betapa pahitnya realitias itu. Mereka hidup di dalam dan dengan suatu dunia yang penuh dengan ketidakadilan, namun kata-kata Martin Luther King masih disenandungkan di mana-mana bahwa »We shall overcome someday!« (Kita akan menang suatu ketika!).  Masa depan: Tidak diikut-sertakannya rakyat Papua Barat sebagai subjek masalah di dalam Konferensi Meja Bundar, New York Agreement yang mendasari Act of Free Choice, Roma Agreement dan lain-lainnya merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri yang dilakukan oleh pemerintah (state violence) dalam hal ini pemerintah Indonesia dan Belanda. (Untuk Roma Agreement, silahkan melihat lampiran pada Karkara oleh Ottis Simopiaref). Rakyat Papua Barat tidak diberi kesempatan untuk memilih secara demokratis di dalam Pepera. Act of Free Choice disulap artinya oleh pemerintah Indonesia menjadi Pepera. Di sini terjadi manipulasi pengertian dari Act of Free Choice (Ketentuan Bebas Bersuara) menjadi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Ortiz Sans sebagai utusan PBB yang mengamati jalannya Pepera melaporkan bahwa rakyat Papua Barat tidak diberikan kebebasan untuk memilih. Ketidakseriusan PBB untuk menerima laporan Ortiz Sans merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri. PBB justru melakukan pelecehan HAM melawan prinsip-prinsipnya sendiri. Ini merupakan motivasi di mana rakyat Papua Barat akan tetap berjuang menuntut pemerintah Indonesia, Belanda dan PBB agar kembali memperbaiki kesalahan mereka di masa lalu. Sejak pencaplokan pada 1 Mei 1963, pemerintah Indonesia selalu berpropaganda bahwa yang pro kemerdekaan Papua Barat hanya segelintir orang yang sedang bergerilya di hutan. Tapi, Gerakan Juli 1998 membuktikan yang lain di mana dunia telah menyadari bahwa jika diadakan suatu referendum bebas dan adil maka rakyat Papua Barat akan memilih untuk merdeka di luar Indonesia. Rakyat Indonesia pun semakin menyadari hal ini.  Menurut catatan sementara, diperkirakan bahwa sekitar 400 ribu orang Papua telah meninggal sebagai akibat dari dua hal yaitu kebrutalan ABRI dan kelalaian politik pemerintah. Sadar atau tidak, pemerintah Indonesia telah membuat sejarah hitam yang sama dengan sejarah Jepang, Jerman, Amerikat Serikat, Yugoslavia dan Rwanda. Jepang kemudian memohon maaf atas kebrutalannya menduduki beberapa daerah di Asia-Pasifik pada tahun 1940-an. Sentimen anti Jerman masih terasa di berbagai negara Eropa Barat. Ini membuat para pemimpin dan orang-orang Jerman menjadi kaku jika mengunjungi negara-negara yang pernah didukinya, apalagi ke Israel. Berbagai media di dunia pada 4 Desember 1998 memberitakan penyampaian maaf untuk pertama kali oleh Amerika Serikat (AS) melalui menteri luarnegerinya, Madeleine Albright. "Amerika Serikat menyesalkan »kesalahan-kesalahan yang amat sangat« yang dilakukannya di Amerika Latin selama perang dingin", kata Albright. AS ketika itu mendukung para diktator bersama kekuatan kanan yang berkuasa di Amerika Latin di mana terjadi pembantaian terhadap berjuta-juta orang kiri. Semoga Indonesia akan bersedia untuk merubah sejarah hitam yang ditulisnya dengan memohon maaf kepada rakyat Papua Barat di kemudian hari. Satu per satu para penjahat perang di bekas Yugoslavia telah diseret ke Tribunal Yugoslavia di kota Den Haag, Belanda. Agusto Pinochet, bekas diktator di Chili, sedang diperiksa di Inggris untuk diekstradisikan ke Spanyol. Dia akan diadili atas terbunuhnya beribu-ribu orang selama dia berkuasa di Chili. Suatu usaha sedang dilakukan untuk mendokumentasikan identitas dan kebrutalan para pemimpin ABRI di Papua Barat. Dokumentasi tersebut akan digunakan di kemudian hari untuk menyeret para pemimpin ABRI ke tribunal di Den Haag. Akhir tahun ini (1998) dunia membuka mata terhadap beberapa daerah bersengketa (dispute regions), yaitu Irlandia Utara, Palestina dan Polisario (Sahara Barat). Kedua pemimpin di Irlandia Utara yang masih dijajah Inggris menerima Hadiah Perdamaian Nobel (Desember 1998). Bill Clinton, presiden Amerikat, yang mengunjungi Palestina, tanggal 14 Desember 1998, mendengar pidato dari Yaser Arafat bahwa daerah-daerah yang diduki di Palestina harus ditinggalkan oleh Israel. Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, yang mengadakan tour di Afrika Utara mampir di Aljasaria untuk mencoba menengahi konflik antara Front Polisario dan Maroko. Front Polisario dengan dukungan Aljasaria masih berperang melawan Maroko yang menduduki Polisario (International Herald Tribune, Nov. 30, 1998). Mengapa ada konflik di Irlandia Utara, Palestina dan Polisario? Karena rakyat-rakyat di sana menuntut hak mereka dan memiliki budaya serta latar-belakang sejarah yang berbeda dari penjajah yang menduduki negeri mereka. Realitas sekarang menunjukkan bahwa rakyat-rakyat di sana masih tetap berjuang untuk membebaskan diri dari penjajahan. Realitas sekarang di Papua Barat membuktikan adanya perlawanan rakyat menentang penjajahan Indonesia. Ini merupakan manifestasi dari makna faktor-faktor budaya, latar-belakang sejarah yang berbeda dari Indonesia dan terlebih hak sebagai dasar hukum di mana rakyat Papua Barat berhak untuk merdeka di luar Indonesia.  Sejarah Papua Barat telah menjadi kuat, sarat, semakin terbuka dan kadang-kadang meledak. Perjuangan kemerdekaan Papua Barat tidak pernah akan berhenti atau dihentikan oleh kekuatan apapun kecuali ketiga faktor (hak, budaya dan latarbelakang sejarah) tersebut di atas dihapuskan keseluruhannya dari kehidupan manusia bermartabat. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi negara tetangga yang baik dengan Indonesia. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi bagian yang setara dengan masyarakat internasional. Perjuangan akan dilanjutkan hingga perdamaian di Papua Barat tercapai. Anak-anak, yang orang-tuanya dan kakak-kakaknya telah menjadi korban kebrutalan ABRI tidak akan hidup damai selama Papua Barat masih merupakan daerah jajahan. Mereka akan meneruskan perjuangan kemerdekaan Papua Barat. Mereka akan meneriakkan pekikan Martin Luther King, pejuang penghapusan perbedaan warna kulit di Amerka Serikat, "Lemparkan kami ke penjara, kami akan tetap menghasihi. Lemparkan bom ke rumah kami, dan ancamlah anak-an</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt; &lt;br /&gt;&lt;h3 align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;DASAR DASAR PERJUANGAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh: J.ROBBYE AMOKO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia? &lt;br /&gt;Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka? &lt;br /&gt;Kapan mereka mau berhenti berjuang? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada empat faktor yang mendasari keinginan rakyat Papua Barat untuk memiliki negara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;1. hak &lt;br /&gt;2. budaya &lt;br /&gt;3. latarbelakang sejarah &lt;br /&gt;4. realitas sekarang &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;ad 1. Hak&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;K&lt;i&gt;&lt;b&gt;emerdekaan adalah »hak« berdasarkan Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration on Human Rights) yang menjamin hak-hak individu dan berdasarkan Konvenant Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang menjamin hak-hak kolektif di dalam mana hak penentuan nasib sendiri (the right to self-determination) ditetapkan. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;»&lt;i&gt;All peoples have the right of self-determination. By virtue of that right they freely determine their political status and freely pursue their economic, social and cultural development&lt;/i&gt; - Semua bangsa memiliki hak penentuan nasib sendiri. Atas dasar mana mereka bebas menentukan status politik mereka dan bebas melaksanakan pembangunan ekonomi dan budaya mereka« &lt;br /&gt;&lt;i&gt;(International Covenant on Civil and Political Rights, Article 1). Nation is used in the meaning of People (Roethof 1951:2) and can be distinguished from the concept State&lt;/i&gt; - Bangsa digunakan dalam arti Rakyat (Roethof 1951:2) dan dapat dibedakan dari konsep Negara (Riop Report No.1). Riop menulis bahwa sebuah negara dapat mencakup beberapa bangsa, maksudnya kebangsaan atau rakyat (&lt;i&gt;A state can include several nations, meaning Nationalities or Peoples&lt;/i&gt;). &lt;br /&gt;Ada dua jenis &lt;i&gt;the right to self-determination&lt;/i&gt; (hak penentuan nasib sendiri), yaitu &lt;i&gt;external right to self-determination&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;internal right to self-determination.&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;External right to self-determination&lt;/i&gt; yaitu hak penentuan nasib sendiri untuk mendirikan negara baru di luar suatu negara yang telah ada. Contoh: hak penentuan nasib sendiri untuk memiliki negara Papua Barat di luar negara Indonesia. &lt;i&gt;External right to self-determination, or rather self-determination of nationalities, is the right of every nation to build its own state or decide whether or not it will join another state, partly or wholly&lt;/i&gt; (Roethof 1951:46) - Hak external penentuan nasib sendiri, atau lebih baiknya penentuan nasib sendiri dari bangsa-bangsa, adalah hak dari setiap bangsa untuk membentuk negara sendiri atau memutuskan apakah bergabung atau tidak dengan negara lain, sebagian atau seluruhnya (Riop Report No.1). Jadi, rakyat Papua Barat dapat juga memutuskan untuk berintegrasi ke dalam negara tetangga Papua New Guinea. Perkembangan di Irlandia Utara dan Irlandia menunjukkan gejala yang sama. Internal right to self-determination yaitu hak penentuan nasib sendiri bagi sekelompok etnis atau bangsa untuk memiliki daerah kekuasaan tertentu di dalam batas negara yang telah ada. Suatu kelompok etnis atau suatu bangsa berhak menjalankan pemerintahan sendiri, di dalam batas negara yang ada, berdasarkan agama, bahasa dan budaya yang dimilikinya. Di Indonesia dikenal Daerah Istimewa Jogyakarta dan Daerah Istimewa Aceh. Pemerintah daerah-daerah semacam ini biasanya dilimpahi kekuasaan otonomi ataupun kekuasaan federal. Sayangnya, Jogyakarta dan Aceh belum pernah menikmati otonomi yang adalah haknya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;a2. Budd aya &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Papua Barat, per definisi, merupakan bagian dari rumpun bangsa atau ras Melanesia yang berada di Pasifik, bukan ras Melayu di Asia. Rakyat Papua Barat memiliki budaya Melanesia. Bangsa Melanesia mendiami kepulauan Papua (Papua Barat dan Papua New Guinea), Bougainville, Solomons, Vanuatu, Kanaky (Kaledonia Baru) dan Fiji. Timor dan Maluku, menurut antropologi, juga merupakan bagian dari Melanesia. Sedangkan ras Melayu terdiri dari Jawa, Sunda, Batak, Bali, Dayak, Makassar, Bugis, Menado, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Menggunakan istilah ras di sini sama sekali tidak bermaksud bahwa saya menganjurkan rasisme. Juga, saya tidak bermaksud menganjurkan nasionalisme superior ala Adolf Hitler (diktator Jerman pada Perang Dunia II). Adolf Hitler menganggap bahwa ras Aria (bangsa Germanika) merupakan manusia super yang lebih tinggi derajat dan kemampuan berpikirnya daripada manusia asal ras lain. Rakyat Papua Barat sebagai bagian dari bangsa Melanesia merujuk pada pandangan Roethof sebagaimana terdapat pada ad 1 di atas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;ad 3. Latarbelakang Sejarah &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="LEFT"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kecuali Indonesia dan Papua Barat sama-sama merupakan bagian penjajahan Belanda, kedua bangsa ini sungguh tidak memiliki garis paralel maupun hubungan politik sepanjang perkembangan sejarah. Analisanya adalah sebagai &lt;br /&gt;berikut: &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Sebelum adanya penjajahan asing, setiap suku, yang telah mendiami Papua Barat sejak lebih dari 50.000 tahun silam, dipimpin oleh kepala-kepala suku (tribal leaders). Untuk beberapa daerah, setiap kepala suku dipilih secara demokratis sedangkan di beberapa daerah lainnya kepala suku diangkat secara turun-temurun. Hingga kini masih terdapat tatanan pemerintahan tradisional di beberapa daerah, di mana, sebagai contoh, seorang Ondofolo masih memiliki kekuasaan tertentu di daerah Sentani dan Ondoafi masih disegani oleh masyarakat sekitar Yotefa di Numbai. Dari dalam tingkat pemerintahan tradisional di Papua Barat tidak terdapat garis politik vertikal dengan kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia ketika itu. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Rakyat Papua Barat memiliki sejarah yang berbeda dengan Indonesia dalam menentang penjajahan Belanda dan Jepang. Misalnya, gerakan Koreri di Biak dan sekitarnya, yang pada awal tahun 1940-an aktif menentang kekuasaan Jepang dan Belanda, tidak memiliki garis komando dengan gerakan kemerdekaan di Indonesia ketika itu. Gerakan Koreri, di bawah pimpinan Stefanus Simopiaref dan Angganita Menufandu, lahir berdasarkan kesadaran pribadi bangsa Melanesia untuk memerdekakan diri di luar penjajahan asing. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Lamanya penjajahan Belanda di Indonesia tidak sama dengan lamanya penjajahan Belanda di Papua Barat. Indonesia dijajah oleh Belanda selama sekitar 350 tahun dan berakhir ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Papua Barat, secara politik praktis, dijajah oleh Belanda selama 64 tahun (1898-1962). &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;: Batas negara Indonesia menurut proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah dari »Aceh sampai Ambon«, bukan dari »Sabang sampai Merauke«. Mohammed Hatta (almarhum), wakil presiden pertama RI dan lain-lainnya justru menentang dimasukkannya Papua Barat ke dalam Indonesia (lihat Karkara lampiran I, pokok Hindia Belanda oleh Ottis Simopiaref). &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;: Pada Konferensi Meja Bundar (24 Agustus - 2 November 1949) di kota Den Haag (Belanda) telah dimufakati bersama oleh pemerintah Belanda dan Indonesia bahwa Papua Barat tidak merupakan bagian dari negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Status Nieuw-Guinea akan ditetapkan oleh kedua pihak setahun kemudian. (Lihat lampiran II pada Karkara oleh Ottis Simopiaref). &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;: Papua Barat pernah mengalami proses dekolonisasi di bawah pemerintahan Belanda. Papua Barat telah memiliki bendera national »Kejora«, »Hai Tanahku Papua« sebagai lagu kebangsaan dan nama negara »Papua Barat«. Simbol-simbol kenegaraan ini ditetapkan oleh &lt;i&gt;New Guinea Raad &lt;/i&gt;/ NGR (Dewan New Guinea). NGR didirikan pada tanggal 5 April 1961 secara demokratis oleh rakyat Papua Barat bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Nama negara, lagu kebangsaan serta bendera telah diakui oleh seluruh rakyat Papua Barat dan pemerintah Belanda. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;: Dari 1 Oktober 1962 hingga 1 Mei 1963, Papua Barat merupakan daerah perwalian PBB di bawah &lt;i&gt;United Nations Temporary Executive Authority&lt;/i&gt; (UNTEA) dan dari tahun 1963 hingga 1969, Papua Barat merupakan daerah perselisihan internasional (international dispute region). Kedua aspek ini menggaris-bawahi sejarah Papua Barat di dunia politik internasional dan sekaligus menunjukkan perbedaannya dengan perkembangan sejarah Indonesia bahwa kedua bangsa ini tidak saling memiliki hubungan sejarah. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan&lt;/b&gt;: Pernah diadakan plebisit (Pepera) pada tahun 1969 di Papua Barat yang hasilnya diperdebatkan di dalam Majelis Umum PBB. Beberapa negara anggota PBB tidak setuju dengan hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) karena hanya merupakan hasil rekayasa pemerintah Indonesia. Adanya masalah Papua Barat di atas agenda Majelis Umum PBB menggaris-bawahi nilai sejarah Papua Barat di dunia politik internasional. Ketidaksetujuan beberapa anggota PBB dan kesalahan PBB dalam menerima hasil Pepera merupakan motivasi untuk menuntut agar PBB kembali memperbaiki sejarah yang salah. Kesalahan itu sungguh melanggar prinsip-prinsip PBB sendiri. (Silahkan lihat lebih lanjut pokok tentang Pepera dalam Karkara oleh Ottis Simopiaref). &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesembilan&lt;/b&gt;: Rakyat Papua Barat, melalui pemimpin-pemimpin mereka, sejak awal telah menyampaikan berbagai pernyataan politik untuk menolak menjadi bagian dari RI. Frans Kaisiepo (almarhum), bekas gubernur Irian Barat, pada konferensi Malino 1946 di Sulawesi Selatan, menyatakan dengan jelas bahwa rakyatnya tidak ingin dihubungkan dengan sebuah negara RI (&lt;i&gt;Plunder in Paradise &lt;/i&gt;oleh &lt;i&gt;Anti-Slavery Society&lt;/i&gt;). Johan Ariks (alm.), tokoh populer rakyat Papua Barat pada tahun 1960-an, menyampaikan secara tegas perlawanannya terhadap masuknya Papua Barat ke dalam Indonesia (&lt;i&gt;Plunder in Paradise &lt;/i&gt;oleh &lt;i&gt;Anti-Slavery Society&lt;/i&gt;). Angganita Menufandu (alm.) dan Stefanus Simopiaref (alm.) dari Gerakan Koreri, Raja Ati Ati (alm.) dari Fakfak, L.R. Jakadewa (alm.) dari DVP-&lt;i&gt;Demokratische Volkspartij&lt;/i&gt;, Lodewijk Mandatjan (alm.) dan Obeth Manupapami (alm.) dari PONG-Persatuan Orang Nieuw-Guinea, Barend Mandatjan (alm.), Ferry Awom (alm.) dari Batalyon Papua, Permenas Awom (alm.), Jufuway (alm.), Arnold Ap (alm.), Eliezer Bonay (alm.), Adolf Menase Suwae (alm.), Dr. Thomas Wainggai (alm.), Nicolaas Jouwe, Markus Wonggor Kaisiepo dan lain-lainnya dengan cara masing-masing, pada saat yang berbeda dan kadang-kadang di tempat yang berbeda memprotes adanya penjajahan asing di Papua Barat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="CENTER"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;ad 4. Realitas Sekarang &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Papua Barat menyadari dirinya sendiri sebagai bangsa yang terjajah sejak adanya kekuasaan asing di Papua Barat. Kesadaran tersebut tetap menjadi kuat dari waktu ke waktu bahwa rakyat Papua Barat memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan bangsa lain. Di samping itu, penyandaran diri setiap kali pada identitas pribadi yang adalah dasar perjuangan, merupakan akibat dari kekejaman praktek-praktek kolonialisme Indonesia. Perlawanan menjadi semakin keras sebagai akibat dari (1) penindasan yang brutal, (2) adanya ruang-gerak yang semakin luas di mana seseorang dapat mengemukakan pendapat secara bebas dan (3) membanjirnya informasi yang masuk tentang sejarah Papua Barat. Rakyat Papua Barat semakin mengetahui dan mengenal sejarah mereka. Kesadaran merupakan basis untuk mentransformasikan realitas, sebagaimana almarhum Paulo Freire (profesor Brasilia dalam ilmu pendidikan) menulis. Semangat juang menjadi kuat sebagai akibat dari kesadaran itu sendiri. &lt;br /&gt;Pada tahun 1984 terjadi exodus besar-besaran ke negara tetangga Papua New Guinea dan empat pemuda Papua yaitu Jopie Roemajauw, Ottis Simopiaref, Loth Sarakan (alm.) dan John Rumbiak (alm.) memasuki kedutaan besar Belanda di Jakarta untuk meminta suaka politik. Permintaan suaka politik ke kedubes Belanda merupakan yang pertama di dalam sejarah Papua Barat. Gerakan yang dimotori Kelompok Musik-Tari Tradisional, Mambesak (bahasa Biak untuk Cendrawasih) di bawah pimpinan Arnold Ap (alm.) merupakan manifestasi politik anti penjajahan yang dikategorikan terbesar sejak tahun 1969. Kebanyakan anggota Mambesak mengungsi dan berdomisili di Papua New Guinea sedangkan sebagian kecil masih berada dan aktif di Papua Barat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dr. Thomas Wainggai (alm.) memimpin aksi damai besar pada tanggal 14 Desember 1988 dengan memproklamirkan kemerdekaan negara Melanesia Barat (Papua Barat). Setahun kemudian pada tanggal yang sama diadakan lagi aksi damai di Numbai (nama pribumi untuk Jayapura) untuk memperingati 14 Desember. Dr. Thom Wainggai dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun, namun beliau kemudian meninggal secara misterius di penjara Cipinang. Papua Barat dilanda berbagai protes besar-besaran selama tahun 1996. Tembagapura bergelora bagaikan air mendidih selama tiga hari (11-13 Maret). Numbai terbakar tanggal 18 Maret menyusul tibanya mayat Thom Wainggai. Nabire dijungkir-balik selama 2 hari (2-3 Juli). Salah satu dari aksi damai terbesar terjadi awal Juli 1998 di Biak, Numbai, Sorong dan Wamena, kemudian di Manokwari. Salah satu pemimpin dari gerakan bulan Juli 1998 adalah Drs. Phillip Karma. Drs. P. Karma bersama beberapa temannya sedang ditahan di penjara Samofa, Biak sambil menjalani proses pengadilan. Gerakan Juli 1998 merupakan yang terbesar karena mencakup daerah luas yang serentak bergerak dan memiliki jumlah massa yang besar. Gerakan Juli 1998 terorganisir dengan baik dibanding gerakan-gerakan sebelumnya. Di samping itu, Gerakan Juli 1998 dapat menarik perhatian dunia melalui media massa sehingga beberapa kedutaan asing di Jakarta menyampaikan peringatan kepada ABRI agar menghentikan kebrutalan mereka di Papua Barat. Berkat Gerakan Juli 1998 Papua Barat telah menjadi issue yang populer di Indonesia dewasa ini. Di samping sukses yang telah dicapai terdapat duka yang paling dalam bahwa menurut laporan dari PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) lebih dari 140 orang dinyatakan hilang dan kebanyakan mayat mereka telah ditemukan terdampar di Biak. Menurut laporan tersebut, banyak wanita yang diperkosa sebelum mereka ditembak mati. Realitas penuh dengan represi, darah, pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan, namun perjuangan tetap akan dilanjutkan. Rakyat Papua Barat menyadari dan mengenali realitas mereka sendiri. Mereka telah mencicipi betapa pahitnya realitias itu. Mereka hidup di dalam dan dengan suatu dunia yang penuh dengan ketidakadilan, namun kata-kata Martin Luther King masih disenandungkan di mana-mana bahwa »&lt;i&gt;&lt;b&gt;We shall overcome someday!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;« (Kita akan menang suatu ketika!). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masa depan: Tidak diikut-sertakannya rakyat Papua Barat sebagai subjek masalah di dalam Konferensi Meja Bundar, &lt;i&gt;New York Agreement&lt;/i&gt; yang mendasari &lt;i&gt;Act of Free Choice, Roma Agreement&lt;/i&gt; dan lain-lainnya merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri yang dilakukan oleh pemerintah (&lt;i&gt;state violence&lt;/i&gt;) dalam hal ini pemerintah Indonesia dan Belanda. (Untuk &lt;i&gt;Roma Agreement&lt;/i&gt;, silahkan melihat lampiran pada Karkara oleh Ottis Simopiaref). Rakyat Papua Barat tidak diberi kesempatan untuk memilih secara demokratis di dalam Pepera. &lt;i&gt;Act of Free Choice&lt;/i&gt; disulap artinya oleh pemerintah Indonesia menjadi Pepera. Di sini terjadi manipulasi pengertian dari &lt;i&gt;Act of Free Choice&lt;/i&gt; (Ketentuan Bebas Bersuara) menjadi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Ortiz Sans sebagai utusan PBB yang mengamati jalannya Pepera melaporkan bahwa rakyat Papua Barat tidak diberikan kebebasan untuk memilih. Ketidakseriusan PBB untuk menerima laporan Ortiz Sans merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri. PBB justru melakukan pelecehan HAM melawan prinsip-prinsipnya sendiri. Ini merupakan motivasi di mana rakyat Papua Barat akan tetap berjuang menuntut pemerintah Indonesia, Belanda dan PBB agar kembali memperbaiki kesalahan mereka di masa lalu. Sejak pencaplokan pada 1 Mei 1963, pemerintah Indonesia selalu berpropaganda bahwa yang pro kemerdekaan Papua Barat hanya segelintir orang yang sedang bergerilya di hutan. Tapi, Gerakan Juli 1998 membuktikan yang lain di mana dunia telah menyadari bahwa jika diadakan suatu referendum bebas dan adil maka rakyat Papua Barat akan memilih untuk merdeka di luar Indonesia. Rakyat Indonesia pun semakin menyadari hal ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut catatan sementara, diperkirakan bahwa sekitar 400 ribu orang Papua telah meninggal sebagai akibat dari dua hal yaitu kebrutalan ABRI dan kelalaian politik pemerintah. Sadar atau tidak, pemerintah Indonesia telah membuat sejarah hitam yang sama dengan sejarah Jepang, Jerman, Amerikat Serikat, Yugoslavia dan Rwanda. Jepang kemudian memohon maaf atas kebrutalannya menduduki beberapa daerah di Asia-Pasifik pada tahun 1940-an. Sentimen anti Jerman masih terasa di berbagai negara Eropa Barat. Ini membuat para pemimpin dan orang-orang Jerman menjadi kaku jika mengunjungi negara-negara yang pernah didukinya, apalagi ke Israel. Berbagai media di dunia pada 4 Desember 1998 memberitakan penyampaian maaf untuk pertama kali oleh Amerika Serikat (AS) melalui menteri luarnegerinya, Madeleine Albright. "Amerika Serikat menyesalkan »kesalahan-kesalahan yang amat sangat« yang dilakukannya di Amerika Latin selama perang dingin", kata Albright. AS ketika itu mendukung para diktator bersama kekuatan kanan yang berkuasa di Amerika Latin di mana terjadi pembantaian terhadap berjuta-juta orang kiri. Semoga Indonesia akan bersedia untuk merubah sejarah hitam yang ditulisnya dengan memohon maaf kepada rakyat Papua Barat di kemudian hari. Satu per satu para penjahat perang di bekas Yugoslavia telah diseret ke Tribunal Yugoslavia di kota Den Haag, Belanda. Agusto Pinochet, bekas diktator di Chili, sedang diperiksa di Inggris untuk diekstradisikan ke Spanyol. Dia akan diadili atas terbunuhnya beribu-ribu orang selama dia berkuasa di Chili. Suatu usaha sedang dilakukan untuk mendokumentasikan identitas dan kebrutalan para pemimpin ABRI di Papua Barat. Dokumentasi tersebut akan digunakan di kemudian hari untuk menyeret para pemimpin ABRI ke tribunal di Den Haag. Akhir tahun ini (1998) dunia membuka mata terhadap beberapa daerah bersengketa (dispute regions), yaitu Irlandia Utara, Palestina dan Polisario (Sahara Barat). Kedua pemimpin di Irlandia Utara yang masih dijajah Inggris menerima Hadiah Perdamaian Nobel (Desember 1998). Bill Clinton, presiden Amerikat, yang mengunjungi Palestina, tanggal 14 Desember 1998, mendengar pidato dari Yaser Arafat bahwa daerah-daerah yang diduki di Palestina harus ditinggalkan oleh Israel. Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, yang mengadakan tour di Afrika Utara mampir di Aljasaria untuk mencoba menengahi konflik antara Front Polisario dan Maroko. Front Polisario dengan dukungan Aljasaria masih berperang melawan Maroko yang menduduki Polisario (International Herald Tribune, Nov. 30, 1998). Mengapa ada konflik di Irlandia Utara, Palestina dan Polisario? Karena rakyat-rakyat di sana menuntut hak mereka dan memiliki budaya serta latar-belakang sejarah yang berbeda dari penjajah yang menduduki negeri mereka. Realitas sekarang menunjukkan bahwa rakyat-rakyat di sana masih tetap berjuang untuk membebaskan diri dari penjajahan. Realitas sekarang di Papua Barat membuktikan adanya perlawanan rakyat menentang penjajahan Indonesia. Ini merupakan manifestasi dari makna faktor-faktor budaya, latar-belakang sejarah yang berbeda dari Indonesia dan terlebih hak sebagai dasar hukum di mana rakyat Papua Barat berhak untuk merdeka di luar Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejarah Papua Barat telah menjadi kuat, sarat, semakin terbuka dan kadang-kadang meledak. Perjuangan kemerdekaan Papua Barat tidak pernah akan berhenti atau dihentikan oleh kekuatan apapun kecuali ketiga faktor (hak, budaya dan latarbelakang sejarah) tersebut di atas dihapuskan keseluruhannya dari kehidupan manusia bermartabat. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi negara tetangga yang baik dengan Indonesia. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi bagian yang setara dengan masyarakat internasional. Perjuangan akan dilanjutkan hingga perdamaian di Papua Barat tercapai. Anak-anak, yang orang-tuanya dan kakak-kakaknya telah menjadi korban kebrutalan ABRI tidak akan hidup damai selama Papua Barat masih merupakan daerah jajahan. Mereka akan meneruskan perjuangan kemerdekaan Papua Barat. Mereka akan meneriakkan pekikan Martin Luther King, pejuang penghapusan perbedaan warna kulit di Amerka Serikat, "Lemparkan kami ke penjara, kami akan tetap menghasihi. Lemparkan bom ke rumah kami, dan ancamlah anak-anak kami, kami tetap mengasihi". Rakyat Papua Barat mempunyai sebuah mimpi yang sama dengan mimpinya Martin Luther King, bahwa »kita akan menang suatu ketika«. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8712925382323756902-7329098836281918046?l=timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/feeds/7329098836281918046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2011/02/dasar-dasar-perjuangandasar-dasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/7329098836281918046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/7329098836281918046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2011/02/dasar-dasar-perjuangandasar-dasar.html' title='DASAR-DASAR PERJUANGANDASAR DASAR PERJUANGAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT  Oleh: J.ROBBYE AMOKO Mengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia?  Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka?  Kapan mereka mau berhenti berjuang?  Ada empat faktor yang mendasari keinginan rakyat Papua Barat untuk memiliki negara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu:  1. hak  2. budaya  3. latarbelakang sejarah  4. realitas sekarang  ad 1. Hak  Kemerdekaan adalah »hak« berdasarkan Deklarasi Universal HAM (Universal Declaration on Human Rights) yang menjamin hak-hak individu dan berdasarkan Konvenant Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang menjamin hak-hak kolektif di dalam mana hak penentuan nasib sendiri (the right to self-determination) ditetapkan.  »All peoples have the right of self-determination. By virtue of that right they freely determine their political status and freely pursue their economic, social and cultural development - Semua bangsa memiliki hak penentuan nasib sendiri. Atas dasar mana mereka bebas menentukan status politik mereka dan bebas melaksanakan pembangunan ekonomi dan budaya mereka«  (International Covenant on Civil and Political Rights, Article 1). Nation is used in the meaning of People (Roethof 1951:2) and can be distinguished from the concept State - Bangsa digunakan dalam arti Rakyat (Roethof 1951:2) dan dapat dibedakan dari konsep Negara (Riop Report No.1). Riop menulis bahwa sebuah negara dapat mencakup beberapa bangsa, maksudnya kebangsaan atau rakyat (A state can include several nations, meaning Nationalities or Peoples).  Ada dua jenis the right to self-determination (hak penentuan nasib sendiri), yaitu external right to self-determination dan internal right to self-determination.  External right to self-determination yaitu hak penentuan nasib sendiri untuk mendirikan negara baru di luar suatu negara yang telah ada. Contoh: hak penentuan nasib sendiri untuk memiliki negara Papua Barat di luar negara Indonesia. External right to self-determination, or rather self-determination of nationalities, is the right of every nation to build its own state or decide whether or not it will join another state, partly or wholly (Roethof 1951:46) - Hak external penentuan nasib sendiri, atau lebih baiknya penentuan nasib sendiri dari bangsa-bangsa, adalah hak dari setiap bangsa untuk membentuk negara sendiri atau memutuskan apakah bergabung atau tidak dengan negara lain, sebagian atau seluruhnya (Riop Report No.1). Jadi, rakyat Papua Barat dapat juga memutuskan untuk berintegrasi ke dalam negara tetangga Papua New Guinea. Perkembangan di Irlandia Utara dan Irlandia menunjukkan gejala yang sama. Internal right to self-determination yaitu hak penentuan nasib sendiri bagi sekelompok etnis atau bangsa untuk memiliki daerah kekuasaan tertentu di dalam batas negara yang telah ada. Suatu kelompok etnis atau suatu bangsa berhak menjalankan pemerintahan sendiri, di dalam batas negara yang ada, berdasarkan agama, bahasa dan budaya yang dimilikinya. Di Indonesia dikenal Daerah Istimewa Jogyakarta dan Daerah Istimewa Aceh. Pemerintah daerah-daerah semacam ini biasanya dilimpahi kekuasaan otonomi ataupun kekuasaan federal. Sayangnya, Jogyakarta dan Aceh belum pernah menikmati otonomi yang adalah haknya.  a2. Budd aya  Rakyat Papua Barat, per definisi, merupakan bagian dari rumpun bangsa atau ras Melanesia yang berada di Pasifik, bukan ras Melayu di Asia. Rakyat Papua Barat memiliki budaya Melanesia. Bangsa Melanesia mendiami kepulauan Papua (Papua Barat dan Papua New Guinea), Bougainville, Solomons, Vanuatu, Kanaky (Kaledonia Baru) dan Fiji. Timor dan Maluku, menurut antropologi, juga merupakan bagian dari Melanesia. Sedangkan ras Melayu terdiri dari Jawa, Sunda, Batak, Bali, Dayak, Makassar, Bugis, Menado, dan lain-lain.  Menggunakan istilah ras di sini sama sekali tidak bermaksud bahwa saya menganjurkan rasisme. Juga, saya tidak bermaksud menganjurkan nasionalisme superior ala Adolf Hitler (diktator Jerman pada Perang Dunia II). Adolf Hitler menganggap bahwa ras Aria (bangsa Germanika) merupakan manusia super yang lebih tinggi derajat dan kemampuan berpikirnya daripada manusia asal ras lain. Rakyat Papua Barat sebagai bagian dari bangsa Melanesia merujuk pada pandangan Roethof sebagaimana terdapat pada ad 1 di atas.  ad 3. Latarbelakang Sejarah  Kecuali Indonesia dan Papua Barat sama-sama merupakan bagian penjajahan Belanda, kedua bangsa ini sungguh tidak memiliki garis paralel maupun hubungan politik sepanjang perkembangan sejarah. Analisanya adalah sebagai  berikut:  Pertama: Sebelum adanya penjajahan asing, setiap suku, yang telah mendiami Papua Barat sejak lebih dari 50.000 tahun silam, dipimpin oleh kepala-kepala suku (tribal leaders). Untuk beberapa daerah, setiap kepala suku dipilih secara demokratis sedangkan di beberapa daerah lainnya kepala suku diangkat secara turun-temurun. Hingga kini masih terdapat tatanan pemerintahan tradisional di beberapa daerah, di mana, sebagai contoh, seorang Ondofolo masih memiliki kekuasaan tertentu di daerah Sentani dan Ondoafi masih disegani oleh masyarakat sekitar Yotefa di Numbai. Dari dalam tingkat pemerintahan tradisional di Papua Barat tidak terdapat garis politik vertikal dengan kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia ketika itu.  Kedua: Rakyat Papua Barat memiliki sejarah yang berbeda dengan Indonesia dalam menentang penjajahan Belanda dan Jepang. Misalnya, gerakan Koreri di Biak dan sekitarnya, yang pada awal tahun 1940-an aktif menentang kekuasaan Jepang dan Belanda, tidak memiliki garis komando dengan gerakan kemerdekaan di Indonesia ketika itu. Gerakan Koreri, di bawah pimpinan Stefanus Simopiaref dan Angganita Menufandu, lahir berdasarkan kesadaran pribadi bangsa Melanesia untuk memerdekakan diri di luar penjajahan asing.  Ketiga: Lamanya penjajahan Belanda di Indonesia tidak sama dengan lamanya penjajahan Belanda di Papua Barat. Indonesia dijajah oleh Belanda selama sekitar 350 tahun dan berakhir ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Papua Barat, secara politik praktis, dijajah oleh Belanda selama 64 tahun (1898-1962).  Keempat: Batas negara Indonesia menurut proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah dari »Aceh sampai Ambon«, bukan dari »Sabang sampai Merauke«. Mohammed Hatta (almarhum), wakil presiden pertama RI dan lain-lainnya justru menentang dimasukkannya Papua Barat ke dalam Indonesia (lihat Karkara lampiran I, pokok Hindia Belanda oleh Ottis Simopiaref).  Kelima: Pada Konferensi Meja Bundar (24 Agustus - 2 November 1949) di kota Den Haag (Belanda) telah dimufakati bersama oleh pemerintah Belanda dan Indonesia bahwa Papua Barat tidak merupakan bagian dari negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Status Nieuw-Guinea akan ditetapkan oleh kedua pihak setahun kemudian. (Lihat lampiran II pada Karkara oleh Ottis Simopiaref).  Keenam: Papua Barat pernah mengalami proses dekolonisasi di bawah pemerintahan Belanda. Papua Barat telah memiliki bendera national »Kejora«, »Hai Tanahku Papua« sebagai lagu kebangsaan dan nama negara »Papua Barat«. Simbol-simbol kenegaraan ini ditetapkan oleh New Guinea Raad / NGR (Dewan New Guinea). NGR didirikan pada tanggal 5 April 1961 secara demokratis oleh rakyat Papua Barat bekerjasama dengan pemerintah Belanda. Nama negara, lagu kebangsaan serta bendera telah diakui oleh seluruh rakyat Papua Barat dan pemerintah Belanda.  Ketujuh: Dari 1 Oktober 1962 hingga 1 Mei 1963, Papua Barat merupakan daerah perwalian PBB di bawah United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) dan dari tahun 1963 hingga 1969, Papua Barat merupakan daerah perselisihan internasional (international dispute region). Kedua aspek ini menggaris-bawahi sejarah Papua Barat di dunia politik internasional dan sekaligus menunjukkan perbedaannya dengan perkembangan sejarah Indonesia bahwa kedua bangsa ini tidak saling memiliki hubungan sejarah.  Kedelapan: Pernah diadakan plebisit (Pepera) pada tahun 1969 di Papua Barat yang hasilnya diperdebatkan di dalam Majelis Umum PBB. Beberapa negara anggota PBB tidak setuju dengan hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) karena hanya merupakan hasil rekayasa pemerintah Indonesia. Adanya masalah Papua Barat di atas agenda Majelis Umum PBB menggaris-bawahi nilai sejarah Papua Barat di dunia politik internasional. Ketidaksetujuan beberapa anggota PBB dan kesalahan PBB dalam menerima hasil Pepera merupakan motivasi untuk menuntut agar PBB kembali memperbaiki sejarah yang salah. Kesalahan itu sungguh melanggar prinsip-prinsip PBB sendiri. (Silahkan lihat lebih lanjut pokok tentang Pepera dalam Karkara oleh Ottis Simopiaref).  Kesembilan: Rakyat Papua Barat, melalui pemimpin-pemimpin mereka, sejak awal telah menyampaikan berbagai pernyataan politik untuk menolak menjadi bagian dari RI. Frans Kaisiepo (almarhum), bekas gubernur Irian Barat, pada konferensi Malino 1946 di Sulawesi Selatan, menyatakan dengan jelas bahwa rakyatnya tidak ingin dihubungkan dengan sebuah negara RI (Plunder in Paradise oleh Anti-Slavery Society). Johan Ariks (alm.), tokoh populer rakyat Papua Barat pada tahun 1960-an, menyampaikan secara tegas perlawanannya terhadap masuknya Papua Barat ke dalam Indonesia (Plunder in Paradise oleh Anti-Slavery Society). Angganita Menufandu (alm.) dan Stefanus Simopiaref (alm.) dari Gerakan Koreri, Raja Ati Ati (alm.) dari Fakfak, L.R. Jakadewa (alm.) dari DVP-Demokratische Volkspartij, Lodewijk Mandatjan (alm.) dan Obeth Manupapami (alm.) dari PONG-Persatuan Orang Nieuw-Guinea, Barend Mandatjan (alm.), Ferry Awom (alm.) dari Batalyon Papua, Permenas Awom (alm.), Jufuway (alm.), Arnold Ap (alm.), Eliezer Bonay (alm.), Adolf Menase Suwae (alm.), Dr. Thomas Wainggai (alm.), Nicolaas Jouwe, Markus Wonggor Kaisiepo dan lain-lainnya dengan cara masing-masing, pada saat yang berbeda dan kadang-kadang di tempat yang berbeda memprotes adanya penjajahan asing di Papua Barat.  ad 4. Realitas Sekarang  Rakyat Papua Barat menyadari dirinya sendiri sebagai bangsa yang terjajah sejak adanya kekuasaan asing di Papua Barat. Kesadaran tersebut tetap menjadi kuat dari waktu ke waktu bahwa rakyat Papua Barat memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan bangsa lain. Di samping itu, penyandaran diri setiap kali pada identitas pribadi yang adalah dasar perjuangan, merupakan akibat dari kekejaman praktek-praktek kolonialisme Indonesia. Perlawanan menjadi semakin keras sebagai akibat dari (1) penindasan yang brutal, (2) adanya ruang-gerak yang semakin luas di mana seseorang dapat mengemukakan pendapat secara bebas dan (3) membanjirnya informasi yang masuk tentang sejarah Papua Barat. Rakyat Papua Barat semakin mengetahui dan mengenal sejarah mereka. Kesadaran merupakan basis untuk mentransformasikan realitas, sebagaimana almarhum Paulo Freire (profesor Brasilia dalam ilmu pendidikan) menulis. Semangat juang menjadi kuat sebagai akibat dari kesadaran itu sendiri.  Pada tahun 1984 terjadi exodus besar-besaran ke negara tetangga Papua New Guinea dan empat pemuda Papua yaitu Jopie Roemajauw, Ottis Simopiaref, Loth Sarakan (alm.) dan John Rumbiak (alm.) memasuki kedutaan besar Belanda di Jakarta untuk meminta suaka politik. Permintaan suaka politik ke kedubes Belanda merupakan yang pertama di dalam sejarah Papua Barat. Gerakan yang dimotori Kelompok Musik-Tari Tradisional, Mambesak (bahasa Biak untuk Cendrawasih) di bawah pimpinan Arnold Ap (alm.) merupakan manifestasi politik anti penjajahan yang dikategorikan terbesar sejak tahun 1969. Kebanyakan anggota Mambesak mengungsi dan berdomisili di Papua New Guinea sedangkan sebagian kecil masih berada dan aktif di Papua Barat.  Dr. Thomas Wainggai (alm.) memimpin aksi damai besar pada tanggal 14 Desember 1988 dengan memproklamirkan kemerdekaan negara Melanesia Barat (Papua Barat). Setahun kemudian pada tanggal yang sama diadakan lagi aksi damai di Numbai (nama pribumi untuk Jayapura) untuk memperingati 14 Desember. Dr. Thom Wainggai dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun, namun beliau kemudian meninggal secara misterius di penjara Cipinang. Papua Barat dilanda berbagai protes besar-besaran selama tahun 1996. Tembagapura bergelora bagaikan air mendidih selama tiga hari (11-13 Maret). Numbai terbakar tanggal 18 Maret menyusul tibanya mayat Thom Wainggai. Nabire dijungkir-balik selama 2 hari (2-3 Juli). Salah satu dari aksi damai terbesar terjadi awal Juli 1998 di Biak, Numbai, Sorong dan Wamena, kemudian di Manokwari. Salah satu pemimpin dari gerakan bulan Juli 1998 adalah Drs. Phillip Karma. Drs. P. Karma bersama beberapa temannya sedang ditahan di penjara Samofa, Biak sambil menjalani proses pengadilan. Gerakan Juli 1998 merupakan yang terbesar karena mencakup daerah luas yang serentak bergerak dan memiliki jumlah massa yang besar. Gerakan Juli 1998 terorganisir dengan baik dibanding gerakan-gerakan sebelumnya. Di samping itu, Gerakan Juli 1998 dapat menarik perhatian dunia melalui media massa sehingga beberapa kedutaan asing di Jakarta menyampaikan peringatan kepada ABRI agar menghentikan kebrutalan mereka di Papua Barat. Berkat Gerakan Juli 1998 Papua Barat telah menjadi issue yang populer di Indonesia dewasa ini. Di samping sukses yang telah dicapai terdapat duka yang paling dalam bahwa menurut laporan dari PGI (Persekutuan Gereja Indonesia) lebih dari 140 orang dinyatakan hilang dan kebanyakan mayat mereka telah ditemukan terdampar di Biak. Menurut laporan tersebut, banyak wanita yang diperkosa sebelum mereka ditembak mati. Realitas penuh dengan represi, darah, pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan, namun perjuangan tetap akan dilanjutkan. Rakyat Papua Barat menyadari dan mengenali realitas mereka sendiri. Mereka telah mencicipi betapa pahitnya realitias itu. Mereka hidup di dalam dan dengan suatu dunia yang penuh dengan ketidakadilan, namun kata-kata Martin Luther King masih disenandungkan di mana-mana bahwa »We shall overcome someday!« (Kita akan menang suatu ketika!).  Masa depan: Tidak diikut-sertakannya rakyat Papua Barat sebagai subjek masalah di dalam Konferensi Meja Bundar, New York Agreement yang mendasari Act of Free Choice, Roma Agreement dan lain-lainnya merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri yang dilakukan oleh pemerintah (state violence) dalam hal ini pemerintah Indonesia dan Belanda. (Untuk Roma Agreement, silahkan melihat lampiran pada Karkara oleh Ottis Simopiaref). Rakyat Papua Barat tidak diberi kesempatan untuk memilih secara demokratis di dalam Pepera. Act of Free Choice disulap artinya oleh pemerintah Indonesia menjadi Pepera. Di sini terjadi manipulasi pengertian dari Act of Free Choice (Ketentuan Bebas Bersuara) menjadi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Ortiz Sans sebagai utusan PBB yang mengamati jalannya Pepera melaporkan bahwa rakyat Papua Barat tidak diberikan kebebasan untuk memilih. Ketidakseriusan PBB untuk menerima laporan Ortiz Sans merupakan pelecehan hak penentuan nasib sendiri. PBB justru melakukan pelecehan HAM melawan prinsip-prinsipnya sendiri. Ini merupakan motivasi di mana rakyat Papua Barat akan tetap berjuang menuntut pemerintah Indonesia, Belanda dan PBB agar kembali memperbaiki kesalahan mereka di masa lalu. Sejak pencaplokan pada 1 Mei 1963, pemerintah Indonesia selalu berpropaganda bahwa yang pro kemerdekaan Papua Barat hanya segelintir orang yang sedang bergerilya di hutan. Tapi, Gerakan Juli 1998 membuktikan yang lain di mana dunia telah menyadari bahwa jika diadakan suatu referendum bebas dan adil maka rakyat Papua Barat akan memilih untuk merdeka di luar Indonesia. Rakyat Indonesia pun semakin menyadari hal ini.  Menurut catatan sementara, diperkirakan bahwa sekitar 400 ribu orang Papua telah meninggal sebagai akibat dari dua hal yaitu kebrutalan ABRI dan kelalaian politik pemerintah. Sadar atau tidak, pemerintah Indonesia telah membuat sejarah hitam yang sama dengan sejarah Jepang, Jerman, Amerikat Serikat, Yugoslavia dan Rwanda. Jepang kemudian memohon maaf atas kebrutalannya menduduki beberapa daerah di Asia-Pasifik pada tahun 1940-an. Sentimen anti Jerman masih terasa di berbagai negara Eropa Barat. Ini membuat para pemimpin dan orang-orang Jerman menjadi kaku jika mengunjungi negara-negara yang pernah didukinya, apalagi ke Israel. Berbagai media di dunia pada 4 Desember 1998 memberitakan penyampaian maaf untuk pertama kali oleh Amerika Serikat (AS) melalui menteri luarnegerinya, Madeleine Albright. &quot;Amerika Serikat menyesalkan »kesalahan-kesalahan yang amat sangat« yang dilakukannya di Amerika Latin selama perang dingin&quot;, kata Albright. AS ketika itu mendukung para diktator bersama kekuatan kanan yang berkuasa di Amerika Latin di mana terjadi pembantaian terhadap berjuta-juta orang kiri. Semoga Indonesia akan bersedia untuk merubah sejarah hitam yang ditulisnya dengan memohon maaf kepada rakyat Papua Barat di kemudian hari. Satu per satu para penjahat perang di bekas Yugoslavia telah diseret ke Tribunal Yugoslavia di kota Den Haag, Belanda. Agusto Pinochet, bekas diktator di Chili, sedang diperiksa di Inggris untuk diekstradisikan ke Spanyol. Dia akan diadili atas terbunuhnya beribu-ribu orang selama dia berkuasa di Chili. Suatu usaha sedang dilakukan untuk mendokumentasikan identitas dan kebrutalan para pemimpin ABRI di Papua Barat. Dokumentasi tersebut akan digunakan di kemudian hari untuk menyeret para pemimpin ABRI ke tribunal di Den Haag. Akhir tahun ini (1998) dunia membuka mata terhadap beberapa daerah bersengketa (dispute regions), yaitu Irlandia Utara, Palestina dan Polisario (Sahara Barat). Kedua pemimpin di Irlandia Utara yang masih dijajah Inggris menerima Hadiah Perdamaian Nobel (Desember 1998). Bill Clinton, presiden Amerikat, yang mengunjungi Palestina, tanggal 14 Desember 1998, mendengar pidato dari Yaser Arafat bahwa daerah-daerah yang diduki di Palestina harus ditinggalkan oleh Israel. Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, yang mengadakan tour di Afrika Utara mampir di Aljasaria untuk mencoba menengahi konflik antara Front Polisario dan Maroko. Front Polisario dengan dukungan Aljasaria masih berperang melawan Maroko yang menduduki Polisario (International Herald Tribune, Nov. 30, 1998). Mengapa ada konflik di Irlandia Utara, Palestina dan Polisario? Karena rakyat-rakyat di sana menuntut hak mereka dan memiliki budaya serta latar-belakang sejarah yang berbeda dari penjajah yang menduduki negeri mereka. Realitas sekarang menunjukkan bahwa rakyat-rakyat di sana masih tetap berjuang untuk membebaskan diri dari penjajahan. Realitas sekarang di Papua Barat membuktikan adanya perlawanan rakyat menentang penjajahan Indonesia. Ini merupakan manifestasi dari makna faktor-faktor budaya, latar-belakang sejarah yang berbeda dari Indonesia dan terlebih hak sebagai dasar hukum di mana rakyat Papua Barat berhak untuk merdeka di luar Indonesia.  Sejarah Papua Barat telah menjadi kuat, sarat, semakin terbuka dan kadang-kadang meledak. Perjuangan kemerdekaan Papua Barat tidak pernah akan berhenti atau dihentikan oleh kekuatan apapun kecuali ketiga faktor (hak, budaya dan latarbelakang sejarah) tersebut di atas dihapuskan keseluruhannya dari kehidupan manusia bermartabat. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi negara tetangga yang baik dengan Indonesia. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi bagian yang setara dengan masyarakat internasional. Perjuangan akan dilanjutkan hingga perdamaian di Papua Barat tercapai. Anak-anak, yang orang-tuanya dan kakak-kakaknya telah menjadi korban kebrutalan ABRI tidak akan hidup damai selama Papua Barat masih merupakan daerah jajahan. Mereka akan meneruskan perjuangan kemerdekaan Papua Barat. Mereka akan meneriakkan pekikan Martin Luther King, pejuang penghapusan perbedaan warna kulit di Amerka Serikat, &quot;Lemparkan kami ke penjara, kami akan tetap menghasihi. Lemparkan bom ke rumah kami, dan ancamlah anak-an'/><author><name>PAPENAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11311001336427363057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TVVVs6pWYxI/AAAAAAAAAFE/I5q2_-L6Zo4/s220/100_0544.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8712925382323756902.post-794418216577795024</id><published>2010-11-15T12:49:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T12:49:01.434-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='12'/><title type='text'>AIKOL JOMOL EMOKORYA-JORKAL -JORE: West papua Freedom</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TOGcpBV7baI/AAAAAAAAAEc/UN13uW9Kdr4/s1600/100_1235.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TOGcpBV7baI/AAAAAAAAAEc/UN13uW9Kdr4/s320/100_1235.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;AIKOL JOMOL EMOKORYA-JORKAL -JORE: West papua FreedomFokorus : Statmen Nickola Jouwe Hanya Tameng Untuk Pulang Kampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Dewan Adat Papua Forkorus yaboisembut S.PdSENTANI—Adanya statmen dari mantan tokoh OPM Nickola Jouwe bahwa perjuangan politik bangsa Papua tidak diakui oleh dunia Internasional ditanggapi dingin oleh Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus Yaboisembut,S.Pd sat dikonfirmasi Bintang Papua Jumat (5/3).&lt;br /&gt;Namun menurut Forkorus, itu adalah hak asasi seorang Nickolas Jouwe yang perlu dihargai dan tidak perlu dibantah. Tetapi Forkorus mengingatkan bahwa pernyataan tersebut hanya bersifat pribadi Nickolas bukan berarti itu bersifat merakyat. Karena jira Nickolas ingin berkesimpulan seperti itu, maka dirinya harus memberikan bukti mendasar.&lt;br /&gt;Karena menurut Forkorus, hingga saat ini perkembangan politik bangsa Papua terus dibicarakan di PBB dan beberapa negara Eropa termasuk Amerika. ”Kita hargai hak dia untuk memberikan pernyataan itu, tapi buktinya apa kalau kemerdekaan Papua itu tidak diakui dunia, karena sampai sekarang ini status politik bangsa Papua masih tetap dibicarakan oleh bangsa luar ko,” ujar Forkorus.&lt;br /&gt;Sehingga menurut Forkorus, pernyataan Nickolas itu hanya akal-akalan saja agar dirinya bisa pulang dan menjalani hari tuanya dengan tetap memiliki hidup mewah seperti yang selama ini dijalaninya di negeri Belanda. Oleh sebab itu, Forkorus menghimbau agar Nickola tidak menghianati perjuangan yang telah dicetus olehnya sendiri demi kenikmatan hidupnya sendiri tanpa memikirkan rakyat Papua yang terus menderita.&lt;br /&gt;Forkorus juga menilai jika pernyataan Nickolas itu benar berarti dunia sudah melanggar instrumen hukum internasional, sebab Papua ini merupakan sebuah bangsa. Karena sesuai Deklarasi Umum Hak Asai Manuasia (DUHAM) Pasal 15 ayat 1 dan 2 sudah jelas berbunyi setiap orang berhak untuk memilih suatu kebangsaan, dan tak seorang boleh dicabut hak kebangsan itu atau ditolak haknya untuk merubah kebangsaan itu.&lt;br /&gt;Sementara Pasal 2 Resolusi PBB 1514 mengatakan, segala bangsa berhak menentukan nasib mereka sendiri berdasarkan hak itu mereka bisa memilih status politik mereka dan bebas pula melanjutkan perkembangan-perkembangan mereka dibidang ekonomi, sosial dan kebudayaan.&lt;br /&gt;Papua sendiri telah berdaulat pada 19 Oktober 1961 dan pada 1 Desember 1961 diijinkan Belanda untuk mengibarkan bendera Bintang Fajar di seluruh tanah Papua. Namun perjuangan ini dianeksasi oleh pemerintah Indonesia pada 1 mey 1963 melalui UNTEA.&lt;br /&gt;Yang menurut Forkorus artinya Indonesia telah meluaskan wilayah negara dengan cara kekerasan (Bebellitio) dan perjanjian (Traksat) dengan dalih kekeluargaan bangsa dan hubungan kenegaraan dan budaya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu perjuangan politik bangsa Papua ini legal secara Instrumen Hukum Internasional dan Nickolas juga tahu persis tentang hal itu. Sehingga Forkorus berharap agar Nickolas tidak mempropagandakan situasi politik Bangsa Papua dengan pernyataan-pernyaan murahan untuk kepentingan kepulangannya ke Papua, yang justru nantinya bisa dicap oleh rakyat Papua sebagai penghianat besar.&lt;br /&gt;“Saya Kira dia tahu perjalanan politik bangsa ini, namun pernyataannya kemarin itu hanya merupakan tameng yang dipergunakan olehnya untuk pulang kampung, saya sarankan sebaiknya pulang dengan tenang saja tidak usah bikini reaksi yang macam-macam karena jangan sampai disebut penghianat lagi oleh rakyat Papua,” tegas Forkorus dengan nada sinis. (jim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokorus: Nickola Jouwe Only Statmen shield To Going Home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairman of the Papua Customary Council Forkorus yaboisembut S.Pd SENTANI-The former leader statmen of OPM Nickola Jouwe that the Papuan political struggle is not recognized by the international world of the cold response by the Chairman of the Papua Customary Council (DAP) Forkorus Yaboisembut, S. Pd Papua Star center confirmed Friday ( 5 / 3).&lt;br /&gt;But according Forkorus, it is a Nickolas rights that needs to be appreciated and should not be denied. But Forkorus reminded that these statements are only personal Nickolas does not mean it is populist. Since Jira Nickolas wants to conclude like that, then he must provide proof of the fundamental.&lt;br /&gt;Because according Forkorus, to this nation's political development in Papua continued to discuss the United Nations and several European countries including the United States. "We respect her right to give that statement, but what if the evidence of Papuan independence was not recognized the world, because until now the nation of Papua's political status is still talked about by people outside ko," said Forkorus.&lt;br /&gt;Therefore, according Forkorus, Nickolas statement was only a trick just so that he could go home and spend the day with the parents still have a life of luxury as long as it lived in the Netherlands. Therefore, Forkorus called for Nickola not betrayed the struggle that was triggered by him alone for his own pleasure without thinking of the people of Papua who continue to suffer.&lt;br /&gt;Forkorus also assess if the statement is true means that Nickolas had violated the international legal instruments, because this is a Papuan nation. Because according to the General Declaration of Rights Asai Manuasia (DUHAM) Article 15 paragraph 1 and 2 are clearly says every person has the right to choose a nationality, and no one could revoked kebangsan rights or denied the right to change nationality was.&lt;br /&gt;While Article 2 of UN Resolution 1514 says, all nations have the right to determine their own fate on the basis that the rights they could choose their political status and freely are to continue their developments in the field of economic, social and cultural.&lt;br /&gt;Papua itself has sovereign on October 19, 1961 and on December 1, 1961 allowed the Dutch to the Morning Star flag in the land of Papua. But this struggle was annexed by the Indonesian government in through 1963 1 mey UNTEA.&lt;br /&gt;Which means that Indonesia has Forkorus expanded territory by force (Bebellitio) and agreements (Traksat) on the pretext of family and the nation state and cultural relations.&lt;br /&gt;Therefore, the political struggle in Papua, this legal instrument of international law and Nickolas also know exactly about it. Forkorus so hoping that Nickolas did not publicize the political situation in Papua Nation-statement for the benefit of cheap pernyaan return to Papua, which it will then be stamped by the people of Papua as a great betrayal.&lt;br /&gt;"I think he knew the political journey of this nation, but a statement yesterday it was just a shield used by him to return home, I suggest should go home in peace just do not have a bikini reaction for all kinds should not be called a betrayal by the people of Papua," Forkorus firm with sarcasm. (jim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8712925382323756902-794418216577795024?l=timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/feeds/794418216577795024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2010/11/aikol-jomol-emokorya-jorkal-jore-west.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/794418216577795024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/794418216577795024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2010/11/aikol-jomol-emokorya-jorkal-jore-west.html' title='AIKOL JOMOL EMOKORYA-JORKAL -JORE: West papua Freedom'/><author><name>PAPENAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11311001336427363057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TVVVs6pWYxI/AAAAAAAAAFE/I5q2_-L6Zo4/s220/100_0544.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TOGcpBV7baI/AAAAAAAAAEc/UN13uW9Kdr4/s72-c/100_1235.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8712925382323756902.post-576504280516754132</id><published>2010-11-15T12:32:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T12:03:47.030-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='12'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPadma06%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPadma06%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPadma06%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPadma06%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Arial Black";	panose-1:2 11 10 4 2 1 2 2 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-fareast-language:EN-US;}span.EmailStyle15	{mso-style-type:personal;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-unhide:no;	mso-ansi-font-size:11.0pt;	mso-bidi-font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	color:windowtext;}span.z-TopofFormChar	{mso-style-name:"z-Top of Form Char";	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-unhide:no;	mso-style-locked:yes;	mso-style-link:"z-Top of Form";	mso-ansi-font-size:8.0pt;	mso-bidi-font-size:8.0pt;	font-family:"Arial","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Arial;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-hansi-font-family:Arial;	mso-bidi-font-family:Arial;	display:none;	mso-hide:all;	mso-fareast-language:IN;}span.ygrp-pname	{mso-style-name:ygrp-pname;	mso-style-unhide:no;}span.ygrp-grdescr	{mso-style-name:ygrp-grdescr;	mso-style-unhide:no;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-fareast-language:EN-US;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:1099372441;	mso-list-template-ids:-108649480;}@list l0:level1	{mso-level-number-format:bullet;	mso-level-text:;	mso-level-tab-stop:36.0pt;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	font-family:Symbol;}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="width: 100%;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%; padding: 0cm;"&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="90" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="NO" src="http://ad.yieldmanager.com/st?_PVID=DChLFGKJInQUgRb3TOGUwAAxb0QackzhlMIABrj5&amp;amp;ad_type=iframe&amp;amp;ad_size=728x90&amp;amp;site=140452&amp;amp;section_code=14185341&amp;amp;cb=1289852098562262&amp;amp;zip=&amp;amp;ycg=&amp;amp;yyob=&amp;amp;pub_redirect_unencoded=1&amp;amp;pub_redirect=http://global.ard.yahoo.com/SIG=15oho60dp/M=715481.14185341.14089744.1297835/D=groups/S=1705060375:N/Y=YAHOO/EXP=1289859298/L=DChLFGKJInQUgRb3TOGUwAAxb0QackzhlMIABrj5/B=zcdTCdj8fc0-/J=1289852098562262/K=oOpYNxHCUxBryRtyzwGJUg/A=5758405/R=0/*" width="728"&gt;&lt;/iframe&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;noscript&gt;&lt;/noscript&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="ygrp-pname"&gt;Komunitas_Papua&lt;/span&gt; &lt;span class="ygrp-grdescr"&gt;· KOMUNITAS MASYARAKAT PAPUA&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;form&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="width: 78.48%;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 1%;" valign="top" width="1%"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm;" valign="top"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" class="MsoNormalTable" style="width: 69.32%;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td nowrap="nowrap" style="padding: 3pt; width: 19.5%;" width="19%"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;img alt="http://l.yimg.com/a/i/icon/check_em.gif" height="32" src="file:///C:/DOCUME%7E1/Padma06/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" v:shapes="Picture_x0020_4" width="38" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 3pt;"&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 3pt; width: 19.5%;" width="19%"&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;KEPADA     SEMUA YANG SEDANG BERJUANG OLDBLOOD DAN YOUNGBLOOD PAPUANS.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;MOHON     DENGAR NASIHAT DARI OOM MOOS WERROR OPMRC. KENAPA PERJUANGAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;BANGSA     PAPUA SELALU MENGHADAPI PROBLEM DENGAN ORGANISASI2NJA?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;OLEH     KARENA PERJUANGAN SEJAK TAHUN 1962 DAN 1969 SAMPAI HARI INI OLEH&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;KARENA     "PERJUANGAN YANG CAMPUR ADUK DENGAN DUA SISTIM, JAITU SISTIM&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;PERJUANGAN     REVOLUSI DAN PERJUANGAN DEMOKRASI MAKA SANGAT MENULITKAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;SESUATU     KESATUAN DAN PERSATUAN&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;DALAM PERJUANGAN BANGSA PAPUA.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;SEKARANG     MOHON SEMUA TINGGALKAN PRJUANGAN SISTIM DEMOKRASI ALA NKRI&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;PAKSAAN     DAN&amp;nbsp; MAJU DALAM PERJUANGAN BERJIWA REVOLUSI. KITA SANGAT &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;PERLUKAN     BEBERAPA PEJUANG YANG BERANI PIMPIM PERJUANGAN REVOLUSI&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;BANGSA     PAPUA.MAKA TIDAK PERLU SEORANG JENDERAL MILITER YANG&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;MEMIMPINB     GROUP PERJUANGAN REVOLUSI TETAPI KITA PERLU ORANG2 YANG&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;BERANI     DAN MEMPUNJAI PENGETAHUAN ILMU PERANG BERGERELIAL DIHUTAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;DAN     DIKOTA DENGAN SISTIM SABOTASE. PENGETAHUAN ILMU PERANG TERBUKA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;DENGAN     TERBATAS DAN&amp;nbsp; OFFENSIVE DAN TERBATAS. PUKUL MAJU DENGAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;DASAR     DEFENSIVE. KITA SANGAT PERLU ORANG2 YANG BERANI PADA WAKTU2&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;SEKARANG,     MAJU MAKA LAIN2NJA AKAN IKUT DENGAN SENDIRINJA. BANGSA&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;PAPUA     MEMPUNJAI MASA RAKJAT YANG SANGAT BESAR DAN BERJIWA REVOLUSIONER,&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;HANJA     SAYANGNJA TRADA PEMIMPIM LAPANGAN UNTUK MEMIMPIN MEREKA.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;KITA     SANGAT PERLU PEMIMPIN YANG BERJIWA REVOLUSIONER DAN TAKTIK&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;PERANG     BERGERELIA KITA SEKARANG HANJA ADA SATU&amp;nbsp;KOMADAN TPNOPM&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ADEKU     JENDERAL TABUNI DI PUNCAK JAYA MULIA KALAU&amp;nbsp;TAMBA 10 KOMANDAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;DENGAN     TABUNI ITU AKAN RAMAI DAN DENGAN CEPAT BANTUAN INTERNASIONAL&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;SEGERA     SEKARANG SUDAH SIAP BANTUAN INTERNASIONAL BANTUAN DIGEDUNG PBB&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;MAKA     PERLU ADA AKSI2 DITANAH PAPUA.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;TERIMA     KASIH ATAS SEMUA USAHA2 SELAMA INI HANJA HASILNJA ADA YANG DISEMBELI &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;DAN     SBGNJA. SANGAT PERLU STRATEGI YANG DIPERHITUNGKAN KORBAN2 YANG SANGAT&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;KECIL     DENGAN KEMENANGAN&amp;nbsp; SANGAT BESAR DAN TERAKHIR. PAPUA SUDAH MENANG&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;DIDUNIA     DIPLOMASI SEKARANG BERTAMBAH JUMLAH NEGARA2 YANG SAPORT&amp;nbsp;SERUAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;STRATEGI     BANGSA PAPUA UNTUK REFERENDUM DALAM TAHUN INI JUGA DAN TAHUN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;DEPAN     2011 ADALAH TAHUN PRMBERSIHAN TANAH PAPUA DARI SEMUA KOTORAN2.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;SEKIAN     SELAMAT&amp;nbsp;BERJUANG VICTORY IS CERTAIN. GUNUNG CARTENZ YANG DIKEJAR&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;TENTU     TIDAK AKAN LARI. UNTUK PACHE NIKOLAS YOUWE MOHON SIAP2 UNTUK&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;NAIKAN     BENDERA BANGSA PAPUA THE MORNINGSTAR TANGGAL DESEMBER 1,2010&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;SEBAGAI     TANDA SATU KEMENANGAN TOTAL DAN TERAKHIR UNTUK PERJUANGAN BANGSA PAPUA.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;KALAU     ADA REFERENDUM MAKA KAMI OPMRC SUDAH SIAPKAN SISTIMNJA YANG AKAN SIMAJUKAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;KEPADA     KOMITI PERSIAPAN REFERENDUM. MOHON HUBUNGI KAMI UNTUK PEMBICARAAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;SELANJUTNJA.     CARANJA SANGAT SEDERHANA SAJA.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;FROM     OOM MOOS WERROR OPMRC KALIBOBO MADANG PNG.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td style="padding: 0cm; width: 51.75pt;" width="69"&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;abbr class="updated" title="2010-9-24T15:59:27Z"&gt;   &lt;/abbr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8712925382323756902-576504280516754132?l=timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/feeds/576504280516754132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2010/11/komunitaspapua-komunitas-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/576504280516754132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/576504280516754132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2010/11/komunitaspapua-komunitas-masyarakat.html' title=''/><author><name>PAPENAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11311001336427363057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TVVVs6pWYxI/AAAAAAAAAFE/I5q2_-L6Zo4/s220/100_0544.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8712925382323756902.post-3486289216974093244</id><published>2010-11-03T11:30:00.001-07:00</published><updated>2010-11-03T11:30:13.660-07:00</updated><title type='text'>West papua Freedom</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8712925382323756902-3486289216974093244?l=timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/feeds/3486289216974093244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2010/11/west-papua-freedom.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/3486289216974093244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8712925382323756902/posts/default/3486289216974093244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://timorlorosaenacaonewsinenglihs.blogspot.com/2010/11/west-papua-freedom.html' title='West papua Freedom'/><author><name>PAPENAL</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11311001336427363057</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_S7QQvp_vNgg/TVVVs6pWYxI/AAAAAAAAAFE/I5q2_-L6Zo4/s220/100_0544.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
